Hargo.co.id BONBOL – Sejumlah warga Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) meminta kepada petugas keamanan baik dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) maupun pihak Kepolisian terus melakukan operasi Minuman Keras (miras) selama bulan Ramadan.
Hal ini menyusul masih terlihatnya beberapa warga yang sering mabuk – mabukan saat malam hari di sekitar pemukiman warga.Seperti yang diungkapkan Lulu (27) salah seorang warga Desa Ayula Selatan, Kecamatn Tapa, Bonbol.
Menurutnya beberapa hari belakangan ini, dirinya sering melihat masih ada sejumlah warga yang tidak menghargai bulan Suci Ramadan ini, sebab saat ditemui warga tersebut dalam keadaan mabuk berat, tentu ini mengartikan ada beberapa warung atau pedagang miras yang masih beroperasi di bulan Ramadan.
“Jangan sampai bulan suci Ramadan ini malah menjadi kesempatan bagi pedagang minuman (miras) untuk berjualan, sebab tak adanya operasi dari petugas sehingga dimanfaatkan untuk mencari keuntungan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, jika perlu petugas keamanan mengunjungi sejumlah wilayah-wilayah yang terletak di pelosok -pelosok kampung, diduga transaksi pembelian miras tersebut berada di lokasi-lokasi yang jauh dari keramaian.
“Ini harus dibasmi jika tidak, tentu akan merusak dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa, apalagi jika yang mabuk – mabukan itu tak lain beragama Islam,” tegasnya.
Ia berharap, petugas harus melakukan pemantauan ketat terkait peredaran miras di bulan yang suci ini. “Kami tak tahu dimana mereka membeli, namun yang pasti beberapa malam lalu saya sempat melihat ada beberapa pemuda yang saya temui dalam kondisi mabuk, sehingga ini perlu adanya investigasi dan penindakan yang lebih tegas dari petugas,” harapnya.
