Hargo.co.id Gorontalo – Tiap hari jumlah pengunjung yang ingin menyaksikan kawanan hiu paus (whale shark) di pantai Botu Barani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango terus bertambah.
Pengawasan terhadap pengunjung yang ingin menyaksikan langsung hewan langka itu hingga dengan siang tadi belum maksimal.
Akibatnya hiu paus yang seharusnya tidak boleh disentuh tangan manusia itu tidak dipatuhi, bahkan parahnya sejumlah pengunjung dengan gembirannya menunggangi hiu tersebut. Beragam komentar pun muncul agar si hiu tersebut tidak di ganggu.
“Sudah harus ada penjagaan oleh aparat,” kata Wakil Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Provinsi Gorontalo Wawan Iko.
Selaku pengurus POSSI, Wawan meminta agar para diver memperlakukan dengan baik hiu paus tersebut.
“Kasihan mereka juga punya perasaan seperti manusia. Jangan diperlakukan sewenang-wenang,” tandas Wawan.
Sependapat dengan Wawan, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Provinsi Gorontalo Amran Mustapa mengatakan jika hiu ini diganggu maka mereka akan stres bahkan bisa mati.
“Kalau kondisi ekologisnya tetap terjaga dan masyarakat tdk melakukan aktifitas berlebihan dgn ikan ini, maka ikan hiu paus ini akan betah,” kata Amran.
Kecemasan ini akhirnya mendapat respon dari pemerintah provinsi Gorontalo.
Gubernur Rusli Habibie yang penasaran dengan keberadaan hiu paus, Siang tadi (10/4) Ruslimelihat langsung kawanan hiu tersebut. Melibatkan unsur dinas pariwisata, dinas kelautan dan perikanan, Dirpolair dan Danlanal menghasilkan keputusan bahwa untuk menjaga agar hiu paus tersebut tetap betah di perairan Gorontalo maka dibuat aturan untuk membatasi jumlah pengunjung.
“Kesepakatan tadi, mulai besok pagi tidak ada lagi perahu-perahu dan pelancong termaksuk peyelam yang dekat dengan hiu. Mau dibuat zonasi/batas buat tempat hiu bermain,” ucap Rusli ketika rapat bersama yang dihadiri aparat desa, kecamatan dan nelayan setempat.
Lanjut dikatakan Rusli “Pokoknya kita atur yang bagus termaksud kita jadikan destinasi wisata hiu disana.”
Meski aturan jelasnya belum ada. Namun pemerintah akan mengupayakan secepatnya membuat aturan tersebut. Ini dilakukan agar keberadaan hiu di perairan Gorontalo bisa berlangsung lama dan menjadi destinasi baru bagi Gorontalo. (Ndi/tr-03/hargo)
