GORONTALO, Hargo.co.id – Kondisi keamanan Gorontalo terusik. Menyusul teror panah wayer yang menimpah sejumlah warga di Kota Gorontalo, Ahad (4/2) dini hari. Panah wayer merupakan jenis senjata tajam yang menggunakan pelontar mirip ketapel.
Anak panah terbuat dari besi yang dibentuk runcing dan dibagian ujunya diberi pangait, ujung lainya disematkan tali plastik yang diurai dengan fungsi sebagai pengendali.
Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, teror panah wayer terjadi jelang fajar. Fikram Heru Sakti Kadir (19) Warga Jalan Moh. Yamin Kel. Limba B, Kota Gorontalo terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo dini hari itu, lantaran anak panah wayer bersarang di pinggang kananya.
Menurut Fikram, subuh itu ia bersama rekan-rekanya masih asik nongkrong di kawasan Jl Panigoro, Kelurahan Limba B bersama rekan-rekanya. Ia duduk tepat di salah satu sepeda motor yang terparkir dekat jalan. Dari arah utara (Supermerker Galael) muncul dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor matic melintas.
Salah seorang diantaranya diduga menembakan panah wayer ke arah Fikram. “Saya tidak sempat lihat wajah mereka, karena menggunakan jaket hitam dan topi,” kata Fikram, kemarin. Seketika suasana gaduh, Fikram yang terkena panah wayer langsung di larikan ke RSAS untuk mendapat perawatan.
Tak berselang lama, Zulkarnaen Edy (29) warga Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo juga harus dilarikan ke RSAS. Hal itu karena sebuah sebuah panah wayer menancap di pinggul sebelah kirinya. Menurut Zulkarnaen sekira pukul 05.00 wita (4/2), ia hendak kembali ke rumah setelah semalaman (malam minggu) jalan-jalan di seputaran Kota Gorontalo bersama rekan-rekanya.
Ketika hendak mendekati rumahnya di Kelurahan Moodu, Zulkarnaen melihat ada dua orang berboncengan menggunakan motor matic melewatinya. Setelah itu tiba-tiba panah wayer menacap di pinggulnya, sejurus kemudian dua orang yang menggunakan sepeda motor matic itu langsung tancap gas, meninggalkan Zulkarnaen yang nyaris roboh.
Dengan kondisi panah wayer yang bersarang di badanya, Zulkarnaen masih sempat minta tolong. Seketika warga terkumpul termasuk keluarga Zulkarnaen. Pemuda lajang ini kemudian langsung di larikan ke RSAS Kota Gorontalo untuk mendapat perawatan.
Teror dengan senjata tajam jelang pagi itu belum usai. Rahman Mobi (25) Warga Wongkaditi, Kota Utara Kota Gorontalo, mendapat tikaman pada bagian punggung kiri. Menurut Rahman, subuh itu ia hendak pulang ke rumahnya di Jl Prof Aloe Saboe, Kelurahan Wongkaditi, setelah semalaman nongkrong bersama teman-temanya.
Di tengah jalan, melintas dua orang berboncengan menggunakan motor matic. Saat mendekatinya salah seorang turun dari motor dan langsung mengambil pisau. Rahman yang melihat gelagat tidak baik, langsung ancang-ancang melarikan diri. Hanya saja ketika itu ia kalah langkah.
Sabetan pisau selebar 15 cm merobek punggungnya. Setelah mengetahui korbanya terluka, sang Mr.X bersama rekanya langsung melarikan diri dengan sepeda motor matic. Sementara Rahman berusaha minta tolong kepada orang-orang di dekat rumahnya dan membawanya ke rumah sakit.
“Saya tidak ada persoalan dengan siapa-siapa, saya juga tidak terlibat perkelahian. Waktu itu saya hendak pulang ke rumah tiba-tiba datang dua orang dan menikam saya,”kata Rahman kemarin. Ia mengaku tidak mengenali dua pelaku yang membuatnya harus terkapar di RSAS. “Saya tidak tahu apa alasan mereka serang saya,”katanya.
Tak jauh dari lokasi Rahman, atau tepatnya di Jl Taman Hiburan, Kelurahan Moodu, Kota Timur. Hendrawan Inombi (15) juga harus dilarikan ke RSAS karena mendapat sabetan pisau di lengan kanannya.
Warga Taludaa, Kecamatan Bone, Bone Bolango yang tinggal di Jl Taman Hiburan ini hingga ini masih shok, karena tak habis pikir ia menjadi korban kekerasan dengan senjata tajam. Hendrawan sendiri belum bisa menceritakan kronologis sabetan pisau di lenganya jelang matahari terbit itu.
Keempat korban teror ini mendapat perawatan intensif RSAS Kota Gorontalo, mereka yang tak saling kenal ini mengaku tak ada persoalan dengan siapa pun. Mereka berharap polisi dapat bertidak cepat untuk mengungkap pelaku teror panah wayer dan penikaman.
Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK yang diwawancarai melalui Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SIK mengatakan, dari informasi awal pihaknya, pelaku panah wayer diduga merupakan orang yang sama untuk tiga kejadian sebelumnya.
“Tiga kejadian lainnya tak separah dengan yang di Kota Selatan. Untuk sementara waktu, kami pun belum menerima laporan terkait dengan kasus ini.
Baik itu di Polres Gorontalo Kota maupun di Polsek. Jika nanti korban melapor, maka pastinya laporan itu akan kami tindaklanjuti dan akan kami proses sesuai dengan aturan yang ada,†jelasnya.
Ditambahkan oleh Alumnus Akpol 2008 ini, terkait dengan kasus ini, belum diketahui apa motif maupun modus dari para pelaku, karena ketika mereka melakukan aksi, tidak ada barang-barang dari korban yang hilang. “Belum bisa diketahui apa modusnya.
Yang pastinya, ini sudah meresahkan dan kami pun berharap agar masyarakat bisa berhati-hati, sehingga tidak ada korban lainnya. Kami pula berharap, ketika ada informasi terkait orang yang mencurigakan, segera dilaporkan agar bisa diselidiki dan ditindaklanjuti oleh aparat Kepolisian,†harapnya.(tr59/hg)
