Hargo.co.id GORONTALO – Memasuki pekan ketiga ramadan, para pelaku usaha dan pembuat kue kering untuk kebutuhan lebaran Idul Fitri semakin sibuk. Ya, saat ini, permintaan kue lebaran tersebut terus meningkat. Biasanya dalam sepekan permintaan kue kering mencapai 150 toples untuk setiap pelaku usaha, namun saat ini sudah mencapai 175 toples.
Untuk bisa memenuhi target produksi yang cukup besar itu, sejumlah pelaku usaha di Kota Gorontalo mulai menambah tenaga kerja. Merlin, salah seorang pembuat kue lebaran di Kota Gorontalo kepada Gorontalo Post mengatakan, permintaan ker kering ini tak hanya berdatangan dari ibu rumah tangga saja, namun sejumlah pedagang kue pun mulai memesan dalam jumlah banyak.
“Saya awalnya hanya melayani pembelian sekitar 2-3 toples per orang, sekarang ternyata ada yang pesan sampai 20 toples per orang,” ungkapnya.
Untuk dapat memproduksi kue lebaran sesuai target waktu, ia mengaku harus menambah tenaga kerja, dari 6 orang menjadi 12 orang. “Kalau tidak tambah, nanti pesanan yang ada tidak bisa kita penuhi, sementara kita sudah menerima tanda jadi,” ujarnya.
Lina Rahman, pedagang kue kering di kawasan pertokoan Kota Gorontalo juga mengakui hal yang sama.
“Saat ini permintaan memang banyak, karena sudah momentnya. Saya di awal ramadan sudah jualan kue kering, yang laku terjual hanya 2-3 toples seminggu. Sekarang sudah sampai 25 toples, kebanyakan yang pesan pelanggan saya dari tahun tahun kemarin,” ungkapnya.
Terkait harga kue, keduanya mengaku, menjualnya dengan harga cukup terjangkau sesuai dengan kualitas bahan yang digunakan. Misalnya untuk kue dengan campuran bahan mentega blue band dan wisman dibanderol mulai Rp 150-375 ribu per toples, sementara kue kering dengan bahan mentega curah dicampur blue band mulai 60-100 ribu per toples.(dan/hargo)
