Hargo.co.id, GORONTALO – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih saja terjadi di Kabupaten Bone Bolango.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan PPKB Bone Bolango mencatat, baru memasuki pertengahan tahun 2023, sudah ada 14 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di daerah tersebut.
“Untuk kasus kekerasan perempuan dan anak tahun 2022 ada 43 kasus, sedangkan untuk pertengahan tahun 2023 sudah mencapai 14 kasus,” ungkap Oktavianita selaku Kepala Bidang (Kabid) pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kabupaten Bone Bolango, Kamis (1/6/2023).
Kekerasan terhadap perempuan dan anak memang sudah menjadi hal yang sering terjadi. Tidak hanya di Bone Bolango, hal yang sama juga terjadi di daerah lain. Kebanyakan kasus yang terjadi adalah pelecehan seksual.
“Kebanyakan kasus yang terjadi ialah kasus pelecehan seksual pada anak,” katanya memaparkan.
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak banyak didominasi oleh anak-anak di bawah umur.
Hal ini pun tak didiamkan Dinas Sosial, P3A dan PPKB Bone Bolango. Ya, OPD itu terus melakukan berbagai upaya agar kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dicegah sedini mungkin.
Diantaranya, kata Oktavianita adalah membentuk satuan tugas perlindungan perempuan dan anak ditingkat kabupaten hingga desa. Selain itu, kata dia, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA).
“Dan masih banyak lagi upaya yang kita lakukan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” sambung Oktavianita.
“Harapan kami, ialah lebih menumbuhkan dan mewujudkan partisipasi masyarakat sebagai pelopor dan pelapor dalam upaya pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak,”pungkasnya.(*)
Penulis: Febrianca Toloy/Mahasiswa Magang UNG
