Hargo.co.id BONBOL – Hasil produksi padi sawah untuk wilayah Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) menurun drastis. Ini dikarenakan para petani padi sawah hanya sebagiannya yang sudah panen.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu panen serentak, kali ini sebagian petani sudah masuk panen, sebagian lagi masih fase pemeliharaan.
Belum di sejumlah areal petanian yang kini masih dalam fase pemeliharaan ada yang dilanda kekeringan. Seperti di Kecamatan Kabila.
Disisi lain gejolak pasar yang terus menunjukan peningkatan harga beras. Khawatirnya dengan produksi beras yang tidak optimal, akan membuat harga beras akan terus mengalami kenaikan.
Namun hal ini buru-buru dibantah Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Bonbol Erwin Ilahude. Ia mengklaim hasil produksi Gabah Kering Giling (GKG) para petani di seluruh wilayah Kabupaten Bonbol untuk musim panen kali ini dapat menutupi kebutuhan beras di Bonbol.
“Memang kali ini tidak serentak. Karena setelah pergantian musim dari kemarau ke hujan kemarin, sebagian lahan masih belum mendapat aliran air maksimal sehingga petani di tempat tersebut menunda waktu penanaman. Sementara yang lainnya sudah langsung mulai menanam saat masuk musim penghujan,” tuturnya saat diwawancarai Gorontalo Post (grup hargo.co.id).
Disampaikan Erwin, ada sejumlah kecamatan seperti Tilongkabila, Bulango Cs dan Kecamatan Pinogu yang sudah panen dan memperoleh produksi maksimal.
“Padi Sawah di kecamatan lainnya memang belum panen. Tapi tak lama lagi akan segera menyusul. Kalau nanti sawah-sawah di kecamatan lainnya panen, dipastikan Bonbol surplus beras,” jelasnya. (tr-50/hargo)
