Kematian Prajurit Paskhas TNI AU Seret Tiga Perwira

×

Kematian Prajurit Paskhas TNI AU Seret Tiga Perwira

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Imam Husein/Jawa Pos)

Hargo.co.id - Kasus tewasnya prajurit Komando Pasukan Khas (Kopaskhas) TNI AU, Praka Yudha Prihantoro, menyeret tiga orang perwira remaja matra udara tersebut. Kini para remaja itu sedang diproses oleh Polisi Militer TNI AU (Pom AU). Mereka adalah Lettu MP, Letda AJ dan Letda IH.

Komandan Lanud (Danlanud) Abd Saleh, Marsma TNI Julexi Tambayon mengatakan, Pomau akan melakukan penelusuran mengenai tindakan yang dilakukan Lettu MP dan dua perwira lain. Hanya saja, dia memastikan Praka Yudha tewas karena tusukan pisaunya sendiri.

“Makanya nanti tim investigasi akan mendalami, sejauh mana pembinaan yang dilakukan oleh para perwira remaja ini,” jelas Marsma TNI Julexi Tambayonseperti dilansir Malang Post (Jawa Pos Group).

Dia menegaskan, jika memang ketiga perwira itu bersalah, maka TNI AU tidak akan memberikan keringanan apapun. Saat ini, kata Jemi, Dankorpaskhas Marsda TNI Seto Purnomo sudah berada di Malang untuk menangani permasalahan ini.

“Pastinya akan dilakukan pemeriksaan terhadap mereka dan apabila diduga terbukti bersalah, akan diproses, tapi sebaiknya kita menunggu hasil tim investigasinya saja,” tuturnya.

Prajurit Paskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro.

Prajurit Paskhas TNI AU Praka Yudha Prihantoro. (IMAM WAHYUDI/KEBUMEN EKSPRES/jawaPos.com)

“Saat ini Komandan Korpaskhas sudah berada di lokasi untuk melihat dan mendengar secara langsung dari anak buahnya yang terlibat pembinaan tersebut, serta tidak ingin terkesan menutupi kejadian sebenarnya,” imbuh Jemi.

Sebelumnya, Praka Yudha Prihantoro ditemukan tewas dengan dengan kondisi mengenaskan di Markas Yonko 464 Pasukan Khas (Paskhas) di Komplek Lanud Abd Saleh, Pakis, Malang, Kamis (11/5).

Dia ditemukan bersimbah darah di dengan luka sayatan di lehernya. Penyebab kematian korban, diduga dianiaya oleh senior maupun perwira di kesatuan tersebut.

Dia sempat dilarikan ke UGD RS Dr Muh Munir Lanud Abd Saleh, Malang. Namun banyaknya darah dikeluarkan dari lehernya, nyawa Yudha Prihantoro tak tertolong. (hg/big/han/iil/JPG)