Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Keuangan Terbatas, RS Dunda Limboto Tak Miliki Dokter Forensik 

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo Metropolis , pada Selasa, 5 Juli 2022 | 20:05 Tag: ,
  RS Dunda Limboto. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pihak RSUD MM Dunda Limboto angkat bicara terkait keterlambatan otopsi yang menyebabkan pihak keluarga menunggu hingga berhari-hari di kamar mayat rumah sakit tersebut. Hal itu terjadi karena selama ini rumah sakit belum memiliki dokter spesialis forensik. 

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD MM Dunda Limboto, Haryanto Banteng mengatakan, RSUD MM Dunda Limboto memang tidak memiliki Dokter spesialis forensik. Selama ini untuk keperluan tersebut, pihaknya hanya meminta bantuan dari dokter forensik yang bertugas di RS Pohuwato. 

“Setiap kebutuhan pemeriksaan otopsi dalam yang harus dilakukan oleh dokter spesialis forensik itu kami hanya minta bantuan dari dokter forensik yang bertugas di RS Pohuwato, karena memang beliau disekolahkan oleh pemerintah daerah Pohuwato,” kata Haryanto Banteng kepada Hargo.co.id, Senin (4/7/2022). 

Dirinya menjelaskan, sejauh ini tidak ada dokter umum yang disekolahkan oleh pemerintah Daerah kabupaten Gorontalo guna melengkapi keperluan forensik di daerah itu. 

“Kenapa kita tidak punya? yang pertama memang secara administrasi kepegawaian, tidak ada dokter umum kita yang disekolahkan untuk spesial forensik itu,” kata Haryanto Banteng. 

Dirinya menuturkan, Pihak RSUD MM Dunda memang menyadari bahwa pelayanan terhadap masyarakat ada prioritas utama. Namun, keterbatasan dokter dan fasilitas yang ada kadang menjadi kendala dalam melayani masyarakat. 

“Kami dari rumah sakit pada prinsipnya, pelayanan kepada masyarakat kita utamakan. Jadi, khusus forensik ini kita memang berharap fasilitas yang kita punya di rumah sakit ditunjang oleh dokter spesialis, hanya memang keterbatasan personil dan biaya yang ada di rumah sakit sehingga kita belum bekerja sama,” Katanya menerangkan. 

Haryanto Banteng mengatakan, hal lain yang menyebabkan pihaknya tidak bisa merekrut dokter spesialis forensik dari daerah lain karena keterbatasan anggaran. Menurutnya, keuangan rumah sakit belum mampu untuk membiayai. 

Meski begitu, kata Haryanto Banteng, dalam waktu dekat pihak berencana akan melakukan kerja sama dengan Dokter spesialis forensik yang saat ini bertugas di RS Pohuwato. 

Hanya saja, kata dia, Pola kerja sama yang akan dibuat bukan full time atau part time seperti perjanjian kerjasama yang biasanya mereka lakukan. Pihak hanya akan membuat perjanjian kerjasama dengan pembayaran per tindakan. 

“Tadi saya, pak direktur dan keuangan sudah menetapkan untuk bekerja sama, tetapi kita sesuaikan dengan kemampuan rumah sakit. Untuk dokter forensik ini kita bekerja sama dengan pola yang lain, kita bayar per kasus,” kata Haryanto Banteng. (***) 

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 108 times, 1 visits today)

Komentar