â€Kalau saya, empat ini bisa dikerucutkan menjadi dua, soal Papua Merdeka dan kesejahteraan rakyat,†jelasnya.
Dia mengatakan, setidaknya Presiden berdialog dengan rakyat Papua membahas dua tema itu, Papua Merdeka dan kesejahteraan rakyat.
Bila, Presiden mau untuk membahasnya, tentu bisa ditemukan solusi untuk memberikan perdamaian pada tanah Papua. â€Apapun konflik itu ada tujuan dan realitas yang harus dipenuhi,†paparnya.
Bila tidak diselesaikan dengan dialog yang bermartabat itu, maka sangat wajar bila Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) terus berlangsung.
TNPPB ini telah berusia 60 tahun karena masalahnya belum selesai. â€Ini organisasi yang hidup, bukan organisasi mati,†jelasnya.
Dia mengatakan, TNPPB, yang sering disebut sebagai KKB, ini bisa setiap saat muncul, bergantung kekuatan organisasinya. â€Butuh langkah konkrit dan komprehensif menyelesaikan masalah di Papua,†tegasnya dihubungi Jawa Pos kemarin.
Sementara Juru Bicara TNPPB Sebby Sambo menuturkan, persoalan di Papua Barat ini membutuhkan dialog dengan Presiden Jokowi, namun dengan ditengahi oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).
Hanya itu yang diinginkan TNPPB, tidak negosiasi dengan lembaga lain, seperti TNI-Polri.
â€Jika tidak segera, perlu juga diketahui bahwa TNPPN dalam tiga tahun ke depan berencana mendeklarasikan perang. Saat itu terjadi, maka semua kekuatan TNPPB akan berperang besar-besaran. Tidak seperti sekarang, nanti saat deklarasi itu dilakukan hanya orang Papua yang boleh tinggal di bumi Cendrawasih. Orang Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan harus angkat kaki,†ujarnya.
Saat dikonfirmasi terkait masalah konflik di Papua, Kabidhumas Polda Papua Kombespol A. M. Kamal mengaku belum bisa berkomentar karena sedang dalam sebuah acara.
â€Ini ada acara, menunggu kedatangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo,†tuturnya kemarin. (idr/lyn/syn/hg)
