Koalisi PDIP-PPP Terancam Bubar

×

Koalisi PDIP-PPP Terancam Bubar

Share this article

Hargo.co.id GORONTALO – Nasib koalisi PDIP-PPP di Pilgub Gorontalo 2017, sedang berada di ujung tanduk. Kesepakatan koalisi yang telah ditandatangani oleh pimpinan partai tingkat provinsi beberapa waktu lalu, terancam mandek. Pasalnya mulai muncul ‘kerikil tajam’ yang berpotensi mencederai kesepakatan koalisi.

Persoalan yang terus membayang-bayangi koalisi PDIP-PPP adalah putusan rapimwil PPP beberapa waktu lalu yang menetapkan Zainudin Hasan dan Sjafrudin Mosii sebagai bakal calon Gubernur (Bacagub). Perkembangan terakhir, penjaringan cagub makin mengarah kepada Zainudin Hasan.

“Kesepakatan koalisi yaitu Cagub menjadi usulan PPP. Dan Cawagub usulan PDIP. Siapapun yang diputuskan PPP kita hormati termasuk Zainudin Hasan. Tapi syaratnya posisi papan dua adalah usulan PDIP,” ujar Ketua DPD PDIP Gorontalo, Kris Wartabone, Senin (15/8). “Tapi rupanya pak Zainudin Hasan tidak mau ganti pasangan. Beliau tetap ingin dengan pak Adhan Dambea. Disinilah persoalannya,” sambung Kris.

Kalau situasinya seperti itu, berarti kesepakatan koalisi tidak jalan. Makanya menurut Kris, Selasa (16/8) hari ini, pihaknya akan bertemu dengan PPP untuk membahas semua hal yang terkait dengan koalisi dan dinamika terkini penjaringan calon di PDIP. “Kalau PPP tetap bertahan dengan Zainudin, jangan salahkan PDIP kalau akhirnya meninggalkan koalisi,” jelasnya.

Tapi sekali lagi Kris mengatakan, pihaknya masih tetap menginginkan kebersamaan dengan PPP akan terus berlanjut sampai di Pilgub. “Dalam koalisi ini, kita sangat menghormati PPP. Buktinya walau kursi PDIP lebih banyak dari PPP, tapi porsi pengusulan calon Gubernur kami berikan ke PPP,” jelasnya.

Anggota tim perumus penjaringan Cagub DPW PPP Gorontalo, AW Thalib, saat diwawancarai terpisah, memastikan, koalisi PDIP-PPP sampai kini masih ada dan belum bubar. PPP menurutnya, juga akan tetap konsisten dengan kesepakatan koalisi. “Koalisi (PDIP-PPP) masih utuh,” tegasnya.

Soal putusan rapimwil PPP yang dianggap bisa menjadi potensi kebuntuan koalisi, AW Thalib mengatakan, rapimwil adalah bagian dari mekanisme PPP dalam penjaringan calon. “Kami sangat memahami suasana kebatinan PDIP. Tapi tentu kami juga berharap PDIP juga bisa memahami suasana kebatinan di PPP,” jelasnya.

Ditanya soal terbangunnya komunikasi PDIP dengan Rusli Habibie, AW Thalib menuturkan, hal itu tidak menjadi masalah bagi PPP. Karena Rusli Habibie juga termasuk salah satu kandidat yang ikut dalam penjaringan di PPP. “Ada enam yang ikut penjaringan. Salah satunya pak Rusli Habibie,” jelasnya. (rmb/hargo)