Komisaris Sulutgo Dikocok Ulang

×

Komisaris Sulutgo Dikocok Ulang

Share this article
ORANG PE BANK - Rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank Sulutgo yang dipimpin Gubernur Sulut Olly Dodo Kambey (duduk-dua dari kiri) dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua dari kanan) di Hotel Ibis, Manado, Rabu (15/6). (foto ; istimewa)

Hargo.co.id GORONTALO – Para pesaham Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara – Gorontalo (Bank Sulutgo), yang rata-rata adalah pemerintah daerah se Sulut daGorontalo, menyelenggarakan rapat umum pemegang saham (RUPS) di Manado, Sulut, Rabu (15/6) kemarin. Salah satu yang dibahas adalah terkait mekanisme seleksi direksi Bank dengan tagline ‘torang pe bank’ itu.

Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, dalam RUPS yang dihadiri para kepala daerah se Sulut dan Gorontalo itu, membatalkan hasil seleksi direksi dan komisaris Bank Sulutgo yang telah dilakukan pada September 2015 lalu. Dengan begitu, RUPS membuka peluang perekturan direksi dan komisaris yang baru. Seperti diketahui, pemerintah daerah se Gorontalo telah mengusulkan DR. Rustam H.S Akili sebagai calon komisaris dari daerah ini, usulan itu ditandatangani seluruh kepala daerah.

Hanya saja, bukan berarti Rustam melenggang bebas menjadi komisaris Bank Sulut. Dalam RUPS yang dibahas, kemarin, salah satu mekamisme pengisian komisaris dan direksi adalah dilakukan secara terbuka, tak hanya terbatas di Gorontalo dan Sulut, tapi dibuka secara umum dan diumumkan melalui media. Artinya, Rustam masih akan memiliki pesaing, jika ternyata ada yang mendaftar untuk calon komisaris.

Bupati Gorontalo Prof. Nelson menjelaskan, mekanisme ini jauh lebih baik. Sebab mengedepankan profesionalny
a dalam mengelola perbankkan. “Kita pemerintah Kabupaten Gorontalo sebagai pemegang saham terbesar kedua di Gorontalo berharap, mekanisme ini dapat menjaring orang yang profesional. Jika dikelola oleh orang profesional, tentu Bank Sulutgo akan semakin maju lagi,” terangnya. Prof Nelson mengatakan, kendati Kabupaten Gorontalo mengusulkan nama, tetap akan kembali kepada yang bersangkutan untuk mendaftar langsung, sebab untuk mendaftar masuk jajaran Direksi dan Komisari harus memenuhi persyaratan administrasi.

“Dalam penjaringan nanti akan dibentuk pula renomerasi dan nominasi serta akan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK ini juga akan menilai apakah yang bersangkutan layak atau tidak. Selanjutnya akan ada fit and proper test pula,” jelasnya. Hasil dari ini lanjut Prof. Nelson baru akan diusulkan kepada pesaham. Tentunya disini pesaham terbesar adalam Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Setelah ini selesai, baru kita akan menggelar RUPS luar biasa. Nah yang sudah berhasil terjaring yang nantinya akan dipilih adalah orang-orang yang profesional,”terangnya. Rencananya RUPS khusus membahas direksi dan komisaris ini akan dilakukan pada 10 Agustus 2015 mendatang. Bagi Prof. Nelson, siapa pun bisa menempati posisi direksi dan komisaris. Yang penting harus punya tiga hal. Pertama, harus punya kapasitas dalam hal perbankkan. Kedua, punya integritas. Ketiga, punya aksesbility dalam membangun jaringan. Tak jauh beda yang disampaikan Bupati Bone Bolango Hamim Pou. Ia mengatakan, bahwa hasil RUPS adalah Membatalkan usulan Calon Komisaris dan Direksi hasil RUPS Bank Sulut pada 15 September 2015 lalu.
“Ya, untuk penjaringan calon Direksi dan Komisaris akan diumumkan di media massa di wilayah Manado, Gorontalo, dan Jakarta,”kata Hamim Pou.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, pihaknya berkeinginan agar dalam jajaran direksi dan komisaris Bank yang berkantor pusat di Manado ini ada orang Gorontalo. Hanya saja kata Rusli, semua tetap melalui mekanisme. “Ada kriteia (menjadi komisarir) dan disaring oleh OJK dan SOPnya. Sudah ada ketentuannya,”ujar Gubernur Rusli Habibie, kemairn. Semua, lanjut Rusli mengacu pada kriteria dan ketentuan itu. “Syukur kalau ada putra Gorontalo yang terjaring dan bagus, kita dukung. Kita juga tidak bisa maksakan masuk (yang) kapabilitas tidak ada, profesional tidak ada,”terangnya. Keinginan semuanya lanjut Gubernur adalah kedepan Bank Sulutgo lebih profesional dan dikelola oleh orang-orang yang profesional. “Sehingga mendapatkan laba yang lebih bagus lagi,”tandasnya. (and/roy/tro)