Kronologis 3 Penambang yang Terkubur Hidup-hidup di Lokasi Tambang Ilegal, 1 Selamat !

×

Kronologis 3 Penambang yang Terkubur Hidup-hidup di Lokasi Tambang Ilegal, 1 Selamat !

Share this article
Ilustrasi penambang yang terkubur hidup-hidup di lokasi tambang. ( Ilustrasi Atip Gorontalo Post)

MARISA, hargo.co.id – Tiga penambang di lokasi tambang emas Dusun Moodito, Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Pohuwato, Kamis (27/4) sekitar pukul 15.00 wita lalu dibuat heboh. Tiga penambang terkubur hidup-hidup setelah tidak mampu meloloskan diri dari longsor ditambang tersebut.

Alhasil dua penambang meninggal dunia, semntara satu bisa diselamatkan. Dua penambang tewas akibat tertimbun longsor yakni Aswin Hatama (53) dan Ramli Alim (27). Sementara penambang yang berhasil selamat yakni Angki Azis (26) warga Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Pohuwato. Angki karena cepat dievakuasi oleh penambang lainnya.

Sebelum kejadian, tak ada tanda-tanda mencurigakan di lokasi tambang emas Dusun Moodito. Aswin bersama enam pekerja melakukan penggalian emas. Penggalian di lokasi tambang emas dilakukan dengan teknik menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dinding tanah.

Saat itu Aswin bersama Ramli dan Angki sedang melakukan penggalian di dalam lubang berbentuk seperti kubangan sedalam 5 meter. Sementara empat pekerja lainnya melakukan aktivitas di luar lubang.

Aswi, Ramli dan Angki saling bergantian menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dinding tanah. Di saat sedang bekerja, ketiganya tak menyadari bila tebing di belakang mereka longsor. Apalagi kejadian itu berlangsung cepat. Aswin bersama Ramli dan Angki tak bisa menyelamatkan diri.

Gemuruh tanah longsor yang menimbun Aswin, Ramli dan Angki membuat kaget penambang lainnya. Mereka lantas bergegas ke lokasi longsor. Dengan peralatan seadanya, para penambang itu berusaha untuk mengevakuasi Aswin, Ramli dan Angki.

Angki kali pertama berhasil ditemukan. Ia tertimbun tidak terlalu dalam. Selain itu, sebelum tertimbun salah seorang penambang sempat melihat posisi Angki. Sehingga ia cukup mudah ditemukan.

Meski begitu saat ditemukan, Angki dalam kondisi nyaris tak sadarkan diri. Napasnya terengah-engah akibat kekurangan oksigen.

Penggalian korban tertimbun longsor terus dilakukan. Selang beberapa saat Aswin dan Ramli berhasil ditemukan. Saat ditemukan Aswin sudah dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Sedangkan Ramli saat itu diketahui dalam kondisi kritis. Tarikan napasnya sudah sangat pelan. Melihat kondisi itu para penambang berusaha memberikan pertolongan. Sayangnya, di saat perjalanan menuju ke rumah sakit, nyawa Ramli tak tertolong lagi.

[Baca: Innalillahi, 3 Penambang Emas di Marisa Terkubur Hidup-hidup]

Kapolres Pohuwato, AKBP Agus Sutrisno,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Deny Muhtamar kepada Gorontalo Post mengatakan, pihaknya saat ini sudah memeriksa enam orang saksi dan saat ini masih terus dikembangkan.

“Kami masih akan mencari tahu terlebih dahulu, apakah ada unsur kesengajaan atau seperti apa kejadiannya,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, kata mantan Kasat Reskrim Polres Boalemo ini, lokasi pertambangan rakyat itu adalah lokasi illegal.

“Untuk penutupan lokasi, masih akan kami koordinasikan lagi. Namun, sesuai dengan informasi yang kami miliki, lokasi itu adalah pertambangan illegal,” ujarnya. (kif/hargo)