Minggu, 3 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kusno Danupoyo, Pahlawan Patriotik: Diusir dari Tanah Jawa, Mengusir Penjajah di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 23 Januari 2016 | 15:25 Tag: , ,
  

Diantara rombongan itu ada Amal Modjo dan On Kosasi (Kini Kosasi disebut Gusasi).

Kedua warga Jaton itu disebut Rusdin Rivai nantinya juga ikut berjuang bersama Kusno dan Nani Wartabone. Mereka awalnya datang untuk tujuan membuka areal pertanian. Ia bersama keluarganya sudah sejak lama hidup berhadap-hadapan dengan pasukan penjajah belanda dan jepang dari tanah jawa.

Karena itu, setelah di Gorontalo ia kemudian bergabung dengan pasukan Nani Wartabone.

Sayang tak ada informasi persis menyangkut tahun dan tempat bertemunya Kusno Danupoyo dengan Nani Wartabone hingga bersepakat untuk berjuang bersama. Akan tetapi ada kemungkinan sebagaimana penuturan Rusdin terjadi sebelum pembangunan Masjid Tua Yosonegoro yang dibangun tahun 1914.

Sebab sebelum massa itu, masyarakat Muslim Jaton dan juga masyarakat umum di Gorontalo akan ramai-ramai pergi Salat bersama di Masjid Tua Al-Hidayah yang berada di Kawasan Terminal Lama Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Dalam perjuangan bersama Nani Wartabone, Kusno Danupoyo begitu memegang peran penting.

Dimasa-masa awal sebelum tanggal 22 Januari, Kusno Danupoyo juga sering menjadi penentu strategi mematahkan gerakan penjajah.

Kusno Danupoyo adalah orang yang besama Nani Wartabone untuk mengerahkan pemuda untuk menyerang pos-pos penjagaan belanda sekaligus menggagalkan rencana pengeboman belanda di Jembatan Talumolo dan Pabean kala itu.

(Visited 42 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3 4 5


Komentar