Minggu, 3 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kusno Danupoyo, Pahlawan Patriotik: Diusir dari Tanah Jawa, Mengusir Penjajah di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 23 Januari 2016 | 15:25 Tag: , ,
  

Selain itu Kusno juga pandai membaca gerakan lawan. Pernah suatu ketik ada 6 orang tentara Belanda yang lari mundur dari Manado dalam perjalanan menuju Poso. Mereka menyamar dengan berpakaian seperti penduduk asli, lalu memakai sarung, komeja dan kopia.

Namun hal ini mudah tercium Kusno Danupoyo. Ia kemudian memerintahkan Saripa Rahman, salah satu pejuang 23 Januari untuk mencari 6 orangtersebut. Alhasil mereka pun ditangkap di sekitar wilayah Tangkobu, Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.

Kusno Danupoyo adalah orang yang ikut mengibarkan sang sakamerah putih di depan kantor pos, yang ketika itu dijadikan sebagai pusat gerakan masyarakat.

Setelah pengibaran itu, bersama Nani Wartabone, Kusno Danupoyo juga dikenal dengan Dwi Tunggal Kusno-Nani. Sebutan ini diberikan setelah kekusaan pemerintah berhasil direbut dari Hindia Belanda.

Selain itu ia juga menjabat sebagai Ketua Badan Perwakilan Rakyat yang dibentuk guna melancarkan roda pemerintahan di Gorontalo waktu itu. Kusno Danupoyo pejuang yang sangat berjasa bagi Gorontalo.

Oleh pemerintah Gorontalo, nama Kusno Danupoyo diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kota Gorontalo.

(Visited 42 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3 4 5


Komentar