EkonomiKota Gorontalo

Omzet UMKM Street Food Jilid II Tembus Rp495 Juta, Lampaui Capaian Edisi Perdana

×

Omzet UMKM Street Food Jilid II Tembus Rp495 Juta, Lampaui Capaian Edisi Perdana

Share this article
Omzet UMKM Street Food Jilid II Tembus Rp495 Juta, Lampaui Capaian Edisi Perdana
Suasana penyelenggaraan Street Food Jilid II yang dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Gelaran Street Food Jilid II yang dipusatkan di kawasan Rumah Adat Dulohupa hingga SMP Negeri 7 Kota Gorontalo kembali membuktikan diri sebagai panggung ekonomi rakyat yang efektif.

Berita Terkait:  Ramai Warga Berburu Kebutuhan Lebaran di Pusat Kota Gorontalo

Hingga hari ketiga pelaksanaan, total transaksi yang dibukukan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hampir menyentuh angka setengah miliar rupiah.

Berdasarkan rekapitulasi Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, nilai penjualan yang berhasil dihimpun mencapai Rp495.897.752.

Berita Terkait:  KAI Daop 2 Bandung Mencatat Tanggal 17 Mei 2026 sebagai Puncak Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, mengungkapkan capaian tersebut melampaui hasil yang diperoleh pada penyelenggaraan Street Food Jilid I.

“Pendapatan pelaku UMKM sampai hari ketiga sudah mencapai sekitar Rp495 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya,” ujar Muttakin, Rabu (10/6/2026).

Berita Terkait:  Indibiz KTI Kolaborasi dengan Makassar Game Developer Hadirkan Global Game Jam Makassar 2026

Jika dibandingkan dengan Street Food Jilid I yang mencatat omzet Rp452.813.500, maka terdapat kenaikan transaksi sebesar Rp43.084.252. Menurut Muttakin, nilai tersebut berpotensi lebih besar apabila kondisi cuaca selama pelaksanaan mendukung.

“Apabila pada hari ketiga tidak turun hujan, kemungkinan besar transaksi sudah bisa menembus angka Rp500 juta,” katanya.
Berita Terkait:  Bukber PMI Kota Gorontalo, Wawali Indra Serukan Penguatan Nilai Kemanusiaan

Menariknya, peningkatan omzet terjadi meskipun area pelaksanaan tahun ini jauh lebih ringkas. Bila pada edisi pertama lokasi kegiatan membentang hingga sekitar dua kilometer, maka pada Street Food Jilid II panjang kawasan hanya sekitar 407 meter.

Tingginya transaksi turut didorong oleh meningkatnya jumlah pelaku usaha yang berpartisipasi. Pada hari pertama tercatat sebanyak 249 UMKM berjualan, meningkat dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya diikuti 216 UMKM pada hari pembukaan.

Berita Terkait:  PTPP Kembali Diakui dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, Tegaskan Daya Saing dan Ketahanan Bisnis di Tingkat RegionalPT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), kembali mencatatkan pencapaian di tingkat regional dengan berhasil mempertahankan posisinya selama tiga tahun berturut-turut dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Dalam pemeringkatan tahun 2026 ini, PTPP menempati peringkat ke-279 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025. Di sektor Engineering & Construction Indonesia, PTPP juga berhasil menempati peringkat ketiga, menegaskan posisi Perseroan sebagai salah satu pelaku utama industri konstruksi nasional yang mampu bersaing di tingkat regional. Penghargaan dan pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 merupakan bagian dari inisiatif Fortune Media dalam memetakan kinerja 500 perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan. Program ini diselenggarakan oleh Fortune Media bersama Danantara Indonesia, dan menjadi forum apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dengan skala bisnis terbesar di kawasan. Sertifikat penghargaan diserahkan secara langsung oleh CEO Fortune Asia, Khoon Fong Ang, kepada perwakilan perusahaan pada ajang Executive Dinner & Fortune Southeast Asia 500 Awards 2026 yang digelar di East Ballroom, The Langham Jakarta, Sudirman Central Business District (SCBD), pada 18 Juni 2026. Acara tersebut mempertemukan para pimpinan perusahaan terkemuka dari berbagai negara di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan ketahanan bisnis serta konsistensi kinerja Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi dan infrastruktur yang terus berkembang. “Pengakuan ini mencerminkan konsistensi PTPP dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnis di tengah tantangan industri yang dinamis. Ke depan, kami akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional yang memberikan nilai tambah berkelanjutan,” ujar Joko Raharjo. Capaian ini memperkuat posisi PTPP sebagai perusahaan konstruksi dan investasi nasional dengan daya saing regional, sekaligus mencerminkan kontribusi Perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, PTPP terus berkomitmen menjalankan transformasi bisnis secara berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta penguatan portofolio usaha yang berkelanjutan. Dengan kembali masuk dalam Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, PTPP menegaskan posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang memiliki daya saing di tingkat regional serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. —SELESAI— About PT PP (Persero) Tbk PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream, yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan, Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang unggul serta excellence. Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Sementara itu, jumlah peserta yang aktif berjualan pada hari kedua mencapai 240 UMKM, hari ketiga sebanyak 229 UMKM, dan hari keempat terdapat 113 UMKM yang telah menyampaikan laporan penjualannya.

Hari pertama menjadi penyumbang omzet terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp222.320.352. Capaian tersebut jauh melampaui pendapatan hari pertama Street Food Jilid I yang berada di kisaran Rp139 juta.

Berita Terkait:  Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah, ITSEC Asia (IDX:CYBR) Perkenalkan Bronyx.AI

Secara keseluruhan, sebanyak 307 UMKM mendaftarkan diri untuk mengikuti Street Food Jilid II. Dari jumlah tersebut, 282 UMKM tercatat aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Data yang dihimpun pemerintah daerah menunjukkan bahwa tingginya nilai transaksi tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah peserta,

Berita Terkait:  Menlu RI Sugiono Tiba di India untuk Hadiri BRICS FMM 2026

tetapi juga antusiasme masyarakat yang terus memadati lokasi kegiatan setiap malam.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa Street Food Kota Gorontalo semakin diminati masyarakat

Berita Terkait:  IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub Akselerasi Inovasi Pasca Migas dan Batubara

sekaligus mampu menjadi ruang promosi dan pemasaran yang efektif bagi produk-produk UMKM lokal.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM di daerah.(Adv) 

Berita Terkait:  Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?