EkonomiKota Gorontalo

Omzet UMKM Street Food Jilid II Tembus Rp495 Juta, Lampaui Capaian Edisi Perdana

×

Omzet UMKM Street Food Jilid II Tembus Rp495 Juta, Lampaui Capaian Edisi Perdana

Share this article
Omzet UMKM Street Food Jilid II Tembus Rp495 Juta, Lampaui Capaian Edisi Perdana
Suasana penyelenggaraan Street Food Jilid II yang dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Gelaran Street Food Jilid II yang dipusatkan di kawasan Rumah Adat Dulohupa hingga SMP Negeri 7 Kota Gorontalo kembali membuktikan diri sebagai panggung ekonomi rakyat yang efektif.

Berita Terkait:  Kolaborasi Kementan dan Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Ketahanan Pangan Korban Banjir

Hingga hari ketiga pelaksanaan, total transaksi yang dibukukan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hampir menyentuh angka setengah miliar rupiah.

Berdasarkan rekapitulasi Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, nilai penjualan yang berhasil dihimpun mencapai Rp495.897.752.

Berita Terkait:  DJI FlightHub 2: Manajemen Operasional Drone dari Satu Platform

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, mengungkapkan capaian tersebut melampaui hasil yang diperoleh pada penyelenggaraan Street Food Jilid I.

“Pendapatan pelaku UMKM sampai hari ketiga sudah mencapai sekitar Rp495 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya,” ujar Muttakin, Rabu (10/6/2026).

Berita Terkait:  Holding Perkebunan Nusantara Salurkan Bantuan Pendidikan dan Logistik di Langkat

Jika dibandingkan dengan Street Food Jilid I yang mencatat omzet Rp452.813.500, maka terdapat kenaikan transaksi sebesar Rp43.084.252. Menurut Muttakin, nilai tersebut berpotensi lebih besar apabila kondisi cuaca selama pelaksanaan mendukung.

“Apabila pada hari ketiga tidak turun hujan, kemungkinan besar transaksi sudah bisa menembus angka Rp500 juta,” katanya.
Berita Terkait:  Terrasolid untuk Pemrosesan dan Analisis Data LiDAR

Menariknya, peningkatan omzet terjadi meskipun area pelaksanaan tahun ini jauh lebih ringkas. Bila pada edisi pertama lokasi kegiatan membentang hingga sekitar dua kilometer, maka pada Street Food Jilid II panjang kawasan hanya sekitar 407 meter.

Tingginya transaksi turut didorong oleh meningkatnya jumlah pelaku usaha yang berpartisipasi. Pada hari pertama tercatat sebanyak 249 UMKM berjualan, meningkat dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya diikuti 216 UMKM pada hari pembukaan.

Berita Terkait:  BRI Teras Pasar Kramat Jati Buka Layanan Weekend Banking di Saat Libur

Sementara itu, jumlah peserta yang aktif berjualan pada hari kedua mencapai 240 UMKM, hari ketiga sebanyak 229 UMKM, dan hari keempat terdapat 113 UMKM yang telah menyampaikan laporan penjualannya.

Hari pertama menjadi penyumbang omzet terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp222.320.352. Capaian tersebut jauh melampaui pendapatan hari pertama Street Food Jilid I yang berada di kisaran Rp139 juta.

Berita Terkait:  Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek

Secara keseluruhan, sebanyak 307 UMKM mendaftarkan diri untuk mengikuti Street Food Jilid II. Dari jumlah tersebut, 282 UMKM tercatat aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Data yang dihimpun pemerintah daerah menunjukkan bahwa tingginya nilai transaksi tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah peserta,

Berita Terkait:  Sistem Parkir Berlangganan Segera Diberlakukan di Kota Gorontalo, Tarifnya Segini

tetapi juga antusiasme masyarakat yang terus memadati lokasi kegiatan setiap malam.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa Street Food Kota Gorontalo semakin diminati masyarakat

Berita Terkait:  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial dan Dukung Peternak Lokal

sekaligus mampu menjadi ruang promosi dan pemasaran yang efektif bagi produk-produk UMKM lokal.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM di daerah.(Adv) 

Berita Terkait:  Perda Perubahan Disetujui Dekot Gorontalo, Selangkah Lagi Bapenda jadi OPD Baru