Taharudin kecewa dengan Pemerintah Daerah yang terkesan tutup mata dengan kondisi yang dialami warga Tupa dan sekitarnya korban terdampak banjir. Taharudin berharap Pemda Bone Bolango segera mencarikan solusi yakni dengan membangun tanggul penahan luapan air sungai Bulango hingga ke permukiman warga.
“Kami tidak butuh bantuan mie instan, sembako. Kami hanya butuh dibuatkan tanggul, itu saja sudah cukup. Sebab kalau banjir terus lahan pertanian kami rusak bahkan rumah kami juga perlahan mulai rusak akibat selalu tergerus air,”tandasnya.
Kepala BPBD Bone Bolango Gagarin Hunawa mengatakan, saat ini keseluruhan warga yang pemukimanya direndam banjir sudah kita evakuasi ke dataran lebih tinggi beserta barang-barang berharga lainya.
“Seluruh korban banjir dan barang-barang berharga mereka semntara kami evakuasi ke dataran lebih tinggi hingga air tersebut surut. Anggota kami masih terus memantau perkembangan di lokasi untuk menjaga jika ada banjir susulan. Alahmdulialh dalam insiden ini tidak ada korban jiwa,”jelas Gagarin.
Sayangnya Gagarin tidak menjelaskan kepada wartawan perihal solusi ke depan Pemda Bone Bolango untuk mencegah terjadinya banjir. (mg03/hg)
