Hargo.co.id GORONTALO – Peredaran gelap narkoba yang dikendalikan dari balik lembaga pemasyarakatan (Lapas) masih juga marak. Malah belakangan ini, aksi tersebut kian merajalela. Buktinya, dalam sepekan sudah tiga kali upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas.
Yang terbaru Selasa (2/8) sekitar pukul 12.20 wita. Sebanyak 13 paket narkoba jenis sabu-sabu coba diselundupkan ke dalam Lapas Gorontalo. Uniknya, modus yang digunakan merupakan modus lama.
Yakni membungkus paket narkoba bersama batu bata yang dibungkus dengan tas plastik hitam. Selanjutnya bungkusan tersebut dilempar ke dalam dari balik dinding lapas bagian luar.
Hanya saja tak jelas paket tersebut ditujukan ke siapa. Begitu pula orang yang melempar paket tersebut ke dalam lapas. Pasalnya, orang yang melempar paket tersebut mengenakan pakaian serba hitam dan helm tertutup.
Selanjutnya usai melempar paket narkoba ke dalam lapas, orang tersebut langsung bergegas meninggalkan lapas Gorontalo. Namun beruntung paket yang dilempar itu jatuh di atas seng gedung di dalam lapas.
Sehingga terdengar oleh petugas sipir dan dilaporkan ke Plh Kepala Lapas (Kalapas) Gorontalo Hamid Siba. Berdasarkan laporan tersebut, Hamid Siba kemudian mengecek benda yang jatuh di atas seng gedung di dalam lapas.
Beberapa saat mencari, Hamid Siba menemukan sebuah benda berbentuk kotak yang terbungkus plastic berwarna hitam. Curiga dengan benda tersebut merupakan paket sabu, Plh Kalapas Gorontalo Hamid Siba langsung menghubungi Kasat Narkoba Polres Gorontalo Kota AKP Roni Burungudju.
Dan ternyata setelah dibuka oleh AKP Roni Burungudju, di dalam bungkusan tersebut terdapat 13 paket narkoba jenis sabu-sabu. Belum diketahui persis berat dari keseluruhan sabu-sabu. Namun diperkirakan tak kurang dari 10 gram.
Hamid Siba kepada Gorontalo Post mengaku, sekitar pukul 12.20 wita, ada informasi bila ada orang yang melemparkan sesuatu di dalam lapas. Dari informasi itu pihaknya sudah curiga bila barang yang dilempar itu merupakan paket narkoba.
Alasannya, penyelundupan narkoba ke dalam lapas dengan modus tersebut sudah pernah terjadi beberapa kali. “Sejak 20 Juni lalu hingga saat ini sudah empat kali upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas berhasil kami gagalkan,†ungkap Hamid Siba.
Ia menambahkan, pihaknya akan memperketat pengawasan untuk meminimalisir maraknya penyelundupan narkoba ke dalam lapas Gorontalo akhir-akhir ini. “Kita harus menjaga lebih awal. Harus lebih ketat,” kata Hamid Siba.
Sementara itu Kasat Narkoba Polres Gorontalo Kota AKP Roni Burungudju mengatakan, 13 paket sabu-sabu sudah diamankan sebagai barang bukti. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penemuan narkoba yang dilempar orang tak dikenal dari luar Lapas Gorontalo,†urai Roni Burungudju.
Menurut Roni Burungudju, salah satu upaya yang dilakukan di antaranya mendeteksi sidik jari pada barang tersebut. “Dengan hasil sidik jari akan memudahkan untuk identifikasi orang yang melempar barang tersebut,†imbuh Roni Burungudju.(tr-49/hargo)
