Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lapak di Pasar Kuliner Boulevard Sepi Setelah Ditinggalkan Pedagang

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 7 Januari 2022 | 12:05 PM Tag: , ,
  Pasar Kuliner Boulevard yang ada di Limboto, Kabupaten Gorontalo. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua bangunan lapak diperuntukkan bagi para pedagang di Pasar Kuliner Boulevard yang ada di Limboto terlihat sepi. Itu setelah pedagang yang sebelumnya menempati bangunan tersebut dipindahkan sementara oleh pemerintah daerah setempat.

Seorang pedagang mengatakan, di tempat tersebut memang ada beberapa warga yang sempat tinggal. Namun hal tersebut kini tidak lagi, mereka sudah dipindahkan oleh pemerintah daerah setempat sekitar seminggu yang lalu, karena bangunan tersebut akan diperbaiki.

“Dulu memang ada yang tinggal di situ. Ada sekitar delapan pedagang yang sebelumnya tinggal di situ. Tapi kini  sudah tidak ada lagi. Mereka sudah disuruh pindah,” kata Yakub, seorang pedagang yang diwawancarai Hargo.co.id, Kamis (06/01/2021). 

Dia bilang, para pedagang yang sebelumnya tinggal di sana menyewa bangunan tersebut untuk berjualan. Mereka membayar Rp 175 ribu perbulannya. Belakangan, pemerintah berencana akan menaikan tarif tersebut menjadi Rp 300 ribu setiap bulannya. 

“Ada yang so satu tahun lebih, tinggal disitu. Tapi sekarang mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” kata pria paruh baya tersebut. 

Lapak di Pasar Kuliner Boulevard yang ada di Limboto terlihat sepi setelah para pedagang yang sebelumnya menempati lokasi tersebut dipindahkan oleh pemerintah daerah setempat. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)
Lapak di Pasar Kuliner Boulevard yang ada di Limboto terlihat sepi setelah para pedagang yang sebelumnya menempati lokasi tersebut dipindahkan oleh pemerintah daerah setempat. (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

“Belum lama, baru beberapa hari yang lalu mereka pindah, katanya di sini sudah jadi kotor, jadi mereka dilarang tinggal di situ,” tambahnya.

Terlihat di lokasi, beberapa pedagang masih memilih berjualan di bahu jalan meski sudah dibuatkan bangunan oleh pemerintah. Mereka beralasan, berjualan di dalam bangunan sepi pembeli. 

Yakub mengatakan, kebanyakan pembeli adalah pengendara yang lewat. Para pembeli tersebut enggan untuk turun dan memilih tetap berada di mobil ataupun di motor. 

“Disini lebih banyak yang membeli. Jarang yang mau masuk sampai ke dalam. Ada kalanya mereka hanya membuka kaca mobil,” ujarnya menerangkan.

Seminggu sebelumnya, pasar tersebut sempat dikunjungi oleh Anggota DPRD setempat. Ali Polapa, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo mengatakan, Pasar Kuliner Boulevard perlu ditata dan dibenahi kembali, karena sudah terlihat jorok dan kumuh. Ditambah lagi, lokasi tersebut sudah berubah fungsi menjadi tempat tinggal.

Dia bilang, pihaknya sudah meminta pemerintah Daerah untuk menginstruksikan agar lapak tersebut segera diperbaiki. DPRD juga meminta agar pemerintah menindak tegas para pedagang yang masih menunggak di lokasi tersebut. 

“Diharapkan dengan penataan lebih baik kedepan, pasar kuliner ini akan semakin bagus dan tentunya bisa menarik pada pembeli. Nanti setelah pasar kuliner tersebut tertata rapi, mereka yang ingin kembali berjualan di dalam bisa menghubungi OPD terkait tetapi dengan catatan hanya untuk berjualan, bukan untuk menetap di lapak tersebut,” kata Ali Polapa. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 3.203 times, 1 visits today)

Komentar