Foto bersama antara Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sultan Rusdi (Paling kanan) dengan penulis buku sekaligus pencipta permainan Pipibol, Zulkifli Amma (Ketiga dari kiri) pada acara launching buku alat permainan Pipibol, Sabtu (7/1/2023). Foto: Rendi Wardani Fathan/HARGO)

Launching Buku Alat Permainan Pipibol Tuai Apresiasi Pemprov

Advertorial

Hargo.co.id, GORONTALO – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pipibol Gorontalo (HPG) melaunching buku alat permainan pipibol dan cara permainannya, Sabtu (7/1). Kegiatan yang dilangsungkan di ball room hotel Grand Q itu, dihadiri oleh Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi.

Ketika diwawancarai awak media, Sutan Rusdi menyampaikan apresiasinya atas lahirnya permainan pipibol. Menurutnya, pipibol akan menjadi sebuah permainan yang akan banyak peminatnya. Sebab, kata Sutan Rusdi, pipibol adalah sebuah permainan yang dapat melatih pikiran dan ingatan melalui problem dan solusi secara permainan pipibol.

banner 728x485

“Saya sangat yakin, pipibol akan banyak diminati oleh masyarakat, karena permainan dasarnya sepak bola, bagaimana memainkan sepakbola secara pikiran. Apalagi, permainan ini tidak membutuhkan budget yang besar,” kata Sutan.

Sutan menganjurkan agar pipibol dikembangkan secara bertahap yang dimulai dari sosialisasi ke masyarakat luas. Pihaknya sendiri, kata dia, siap memberi suport dengan mengupayakan pipibol dalam muatan lokal disekolah-sekolah.

“Kita akan coba masukkan dalam muatan lokal di sekolah. Kita akan dorong diknas untuk mewujudkannya. Nanti juga diundang para bupati dan walikota, karena wewenang kita hanya tingkat SMA. Saya yakin pipibol dapat berkembang, apalagi di Kementerian Pendidikan ada program kegiatan tahunan tentang muatan lokal yang dilombakan, seperti langga kemarin,” tandas Sutan.

Pipibol sendiri dilahirkan oleh putra Gorontalo yang telah berkiprah di level nasional. Yaitu Zulkifli Amma, yang memilih pensiun dini demi mengembangkan Pipibol. Pipibol diciptakan oleh Zulkifli pada tahun 2005, yang terinspirasi dari sebuah pertandingan sepak bola antar dua klub yang banyak suporternya.

“Pipibol adalah pikir-pikir bola, permaianan bola dengan pikiran. Ide penciptaan ini ketika saya tengah menonton sepak bola. Saya melihat penonton lebih pintar dari pemain. Dalam pikiran saya, penonton turut bermain juga, tapi dengan pikiran. Nah dari situ, muncul ide saya bagaimana melahirkan suatu permainan baru, yang namanya permainan bola dengan pikiran,” kata Zukifili menceritakan.

Tidak sedikit tantangan yang dihadapi Zulkifli Amma hingga akhirnya menyelesaikan idenya itu. Tepat tahun 2007, dirinya kemudian mengajukan hak cipta.

“Setelah selesai konsep ini, saya ajukan Hak Cipta pada tahun 2007. Untuk mendapatkannya, saya dipersyaratkan untuk membuat buku dan alat peraga tentang Pipibol. Syarat itu pun saya penuhi,” ujar Zulkifli sembari memperlihatkan buku yang dilaunching hari itu.

“Buku yang saya buat ini menjadi salah satu syarat pengajuan hak cipta yang berlaku selama pencipta hidup dan setelah 50 tahun pencipta meninggal dunia. Tak berselang lama, hak cipta diterbitkan. Isinya yang dibaca ibu notaris tadi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga mengungkapkan, pipibol pernah disosialisasikan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, ketika dipimpin Adhyaksa Daud. Pipibol juga, kata dia, sudah pernah dilombakan yang diikuti oleh pengurus. Pemenang lomba, menurutnya, mendapatkan hadiah yang diserahkan oleh Idris Rahim ketika menjabat sebagai wakil gubernur Gorontalo.

“Insya Allah pipibol akan berkembang. Karena selain untuk dimainkan, alat yang digunakan bisa membuka lapangan kerja baru bagi warga Gorontalo, karena alatnya diproduksi dari bahan plastik dan kayu. Untuk saat ini, kami memproduksinya di Bandung dan Sukabumi,” tutup Zulkifli.

Pada acara launching buku alat peraga pipibol, turut dilaksanakan pula penyerahan akta wakaf rumah dan tanah dari Devi Amma kepada pengurus Musholla Al-Amanah.(*)

Penulis: Rendi Wardani Fathan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *