Hargo.co.id  – Penduduk Kota Stockholm menunjukkan bahwa mereka tidak takut akan teror. Kemarin (9/4), dua hari pasca teror truk di area Drottninggatan atau area pejalan kaki di Sergels Torg Plaza, ribuan warga mengadakan Lovefest dengan agenda utama renungan dan doa bagi para korban. Sementara itu, sedikit demi sedikit latar belakang pelaku mulai terungkap.
Sekitar pukul 14.00 waktu setempat (sekitar pukul 19.00 WIB), Sergels Torg Plaza yang berada di jantung ibu kota Swedia tersebut berubah menjadi lautan manusia. ’’Mungkin sesuatu yang baik akan terjadi pada kami setelah ini,’’ kata Inger Morstedt. Perempuan 75 tahun itu berharap Swedia tetap menjadi negara yang ramah dan hangat seperti yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Johan, pria 40 tahun yang tercatat sebagai penduduk Stockholm, menyatakan bahwa teror truk yang menewaskan empat orang dan melukai belasan lainnya tersebut sangat mengejutkan. Tapi, teror tidak menciutkan nyalinya.
Sejak Sabtu (8/4), bendera Swedia berkibar setengah tiang. Perdana Menteri (PM) Stefan Lofven yang langsung memerintahkan pengetatan perbatasan sejak Jumat (7/4) menjadwalkan hening cipta tepat pukul 10.00 hari ini (10/4).
’’Hari ini (kemarin, Red), seluruh warga Swedia berduka. Tapi, kami pasti bisa melewatinya bersama-sama,’’ tegasnya setelah meletakkan bunga di depan Ahlens Department Store.
Jumat lalu, Ahlens Department Store menjadi titik serangan.
Truk dengan boks biru itu berhenti di sana setelah naik ke trotoar dan menabraki pejalan kaki. Malamnya, polisi langsung mengamankan seorang pria berdarah Uzbekistan yang sampai sekarang masih ditahan. Kepada media, aparat menyebut lelaki itu sebagai tersangka. Namun, identitas lengkapnya belum diungkap. (AFP/Reuters/BBC/hep/c22/sof)
