Hargo.co.id, GORONTALO – Guna memenuhi anggaran beberapa item pada APBD Perubahan 2021, anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut), rela pangkas anggaran perjalanan dinasnya. Ini dinilai sebagai bentuk kepedulian dan juga tindakan yang nyata terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah.
Pemotongan anggaran perjalanan dinas tersebut terungkap saat Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik berbincang dengan beberapa awak media belum lama ini di ruang kerjanya. Entah disadari atau tidak, pada saat itu ketika berbicara soal dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Hamzah Sidik menjelaskan bahwa dalam pembahasan perubahan anggaran yang dilakukan oleh pihaknya belum lama ini cukup alot dan memang benar usulan pinjaman yang disampaikan oleh daerah, dikabulkan.
“Hanya saja ada hal lain lagi yang perlu dipenuhi oleh daerah sebelum dana PEN tersebut direalisasikan,” ungkap Hamzah Sidik.
Bukan berarti daerah dalam mengajukan pinjaman dana PEN tidak mengeluarkan anggaran, dengan kata lain dana PEN tersebut tidak akan diperoleh sebelum terpenuhi beberapa hal.
“Dan dalam proses tersebut diperlukan anggaran yang tidak sedikit. kurang lebih Rp 400 juta dalam rangka memperoleh dana PEN atau dana PEN tersebut dicairkan ke daerah,” tegasnya.
Kebutuhan anggaran tersebut tidak ada satupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari pihak eksekutif yang INGIN memberikan anggaran mereka untuk keperluan tersebut.
“Tak ada OPD yang INGIN, dan kami melihat ini merupakan kebutuhan daerah dan mendesak maka kami memotong anggaran perjalanan dinas kami untuk diberikan atau digunakan dalam keperluan dana PEN tersebut,” ujar Hamzah Sidik.
Tak hanya untuk dana PEN, namun juga ada program lainnya yang perlu untuk ditanggulangi kata Hamzah, pihaknya tetap memperhatikan.
“Karena ini demi kepentingan daerah dan juga masyarakat dan kami sebagai wakil rakyat tentu harus memperhatikannya, walaupun itu harus mengambil dari apa yang menjadi hak kami,” tandasnya. (***)
Penulis: Alosius M. Budiman
