Selasa, 25 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Legislator Sorot Akses Pulubala-Boliyohuto yang Rusak Berat 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Senin, 10 Januari 2022 | 20:05 PM Tag: , ,
  Kondisi jalan rusak yang hanya ditampal seadanya oleh masyarakat sebagai upaya menghindari kecelakaan. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, dari Dapil Tibawa-Pulubala, Safrudin Hanasi menyoroti akses Pulubala-Boliyohuto. Bagaimana tidak, jalan strategis provinsi penghubung dua kecamatan itu kini telah rusak parah. 

Menurut Safrudin Hanasi, ruas jalan rusak yang berada di kawasan Desa Puncak sudah sejak lama dikeluhkan warga. Upaya warga melakukan penanganan darurat di setiap titik kerusakan dengan cara swadaya pun tak bertahan lama. 

“Sejak dulu jalan milik pemerintah provinsi itu telah aspirasikan. Warga berulang kali mengeluh, mengajukan perbaikan atau peningkatan kapasitas jalan,” kata Safrudin Hanasi, Senin (10/01/202).  

Menurut dia, saat ini warga setempat kembali berembuk dan berinisiatif memperbaiki jalan secara mandiri. Hal itu bertujuan untuk menekan biaya transportasi pengangkut hasil pertanian, warga Desa Puncak, Kecamatan Pulubala. 

“Saat ini warga kembali memperbaiki jalan tersebut tanpa bantuan pemerintah provinsi. Hal-hal seperti ini yang saya apresiasi, bukan berarti pemerintah lepas tangan karena ada inisiatif warga. Jangan seperti itu,” pesan Safrudin Hanasi. 

Kendati demikian, dirinya meminta pemerintah provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan guna memastikan jalan tersebut.

“Harapan saya ada kepekaan dari pemerintah provinsi untuk jalan penghubung Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Boliyohuto cs. Warga berharap segera ada perbaikan,” kuncinya. 

Sementara itu, Imran Dini (28), warga setempat yang ditemui memperbaiki jalan mengungkapkan jika jalan tersebut dibiarkan berlubang dan rusak parah maka secara otomatis dapat mempengaruhi harga hasil pertanian jagung dan kopra ke pengepul. 

“Ya harus bagaimana, pak. Harus diperbaiki biar pengepul mau datang ambil jagung dan kopra disini. Kalau jalan rusak seperti ini mana mau mereka datang, harga jual pun rendah,” keluh Imran.  

Imran mengungkapkan, kondisi jalan itu sudah lama rusak. Setiap musim panen jagung, kata dia, masyarakat sekitar bahu membahu memperbaikinya dengan alat dan material seadanya. 

“Pokoknya perbaikan jalan setiap masuk panen. Biaya perbaikan hasil pemberian sukarela dari masyarakat pengguna jalan yang melintas,” ungkap Imran. 

Kepada pemerintah provinsi, ia berharap agar  pemerintah tidak menutup mata terkait kondisi jalan di desa itu. Sebab, jalan tersebut satu-satunya akses, bagi warga setempat untuk mempromosikan atau memperdagangkan hasil pertanian mereka. 

“Kami berharap pemerintah dapat segera mungkin memperbaiki jalan ini, demi menunjang hasil perkebunan kami,” harap Imran. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 93 times, 1 visits today)

Komentar