Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lepas Salat Subuh, Kelompok Anak Muda Ini Jadikan GORR Tempat Balapan Liar

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 29 Mei 2017 | 11:01 Tag: , ,
  

Hargo.co.id, Gorontalo – Berbeda dengan hari-hari biasanya yang terlihat sepi dari kendaraan, ruas jalan yang merupakan Mega Proyek Gorontalo Ring Road (GORR) saat ini nampak dipenuni warga mulai dari selepas salat subuh hingga jam 8 pagi.

Warga yang didominasi remaja ini rupanya memanfaatkan ruas jalan GOOR yang begitu besar untuk arena balapan.

Pantauan Gorontalo Post(Grup Hargo.co.id) salah satu ruas jalan GORR yang berada kompleks Bandara Djalaludin, Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, terlihat sangat ramai pengunjung.

Mereka yang berkumpul dan memarkir sepeda motor di sepanjang jalan, mulai memberikan teriakan dukungan untuk memberi semangat kepada para peserta balap liar yang sudah bersiap untuk melakukan start.

Terlihat wajah para peserta balap liar didominasi oleh usia remaja antara SMP dan SMA. Tanpa dilengkapi pakaian safety ala pembalap profesional maupun helm untuk melindungi kepala, mereka nampak tidak menghiraukan keselamatannya saat memacu sepeda motor yang sudah dimodifikasi dengan kecepatan tinggi itu.

Warga setempat yang sudah mulai memanfaatkan jalan GORR ini untuk melintas, sangat terganggu dengan adanya kegiatan balap liar yang sangat berbahaya ini. Warga yang melintas terpaksa harus berhenti dan menunggu para peserta balap liar menyelesaikan treknya karena khawatir bertabrakan sepeda motor yang dipacu kencang itu.

Kadi (43), salah seorang warga mengaku sangat resah dengan hal tersebut. “Kasian dorang ini, kalo mo celaka kasana orang tua lagi yang repot,” keluhnya.

Kadi berharap, hal ini mendapatkan perhatian dari pihak terkait untuk membubarkan balapan liar yang sangat berbahaya tidak hanya bagi para pesertanya, namun juga para pengguna jalan yang melintas.(tr-55/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar