Rabu, 26 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lol Mama

Oleh Tirta Gufrianto , dalam DI'SWAY , pada Sabtu, 11 Desember 2021 | 10:05 AM Tag: , , ,
  Lol Mama - DI'SWay

Oleh : Dahlan Iskan

KEPALA SMA itu akhirnya digugat. Bersama beberapa guru di situ. Gugatannya USD 100 juta. Sekitar Rp 1,4 triliun.

Mereka dianggap lalai: membiarkan siswa lain membawa senjata ke sekolah. Lalu melakukan penembakan membabi buta. Empat siswa meninggal. Enam siswa lainnya luka-luka. Seorang guru ikut terluka.

Yang menggugat: orang tua murid. Yakni pasangan Jeffrey dan Brandi Franz. Mereka adalah ayah bunda Riley, 17 tahun, dan Bella, 15 tahun.

Riley tertembak di bagian leher. Bella selamat, tapi mengalami ketakutan yang luar biasa.

Menurut penggugat, kejadian 30 November lalu itu seharusnya bisa dicegah. Sejak dua hari sebelumnya, Ethan Crumbley, 15 tahun, si pelaku penembakan, sudah menunjukkan gejala aneh. Kenapa tetap diizinkan masuk kelas. Kenapa tidak dilakukan penggeledahan tasnya.

Riley, si luka leher, siang itu ke toilet bersama Ethan. Bella keluar toilet lebih dulu. Saat itulah Ethan mengambil senjata –yang ia taruh di toilet sejak pagi.

Riley ditembak di depan toilet itu. Terkapar. Hanya kena lehernya. Bella yang juga di dekat toilet lari. Selamat. Ethan mencari sasaran lain. Tapi kebanyakan siswa sudah masuk kelas.

Begitu mendengar letusan senjata mereka menutup pintu. Menguncinya. Mengganjalkan meja di balik pintu. Semua siswa lantas bersembunyi di bawah meja –mempraktikkan apa yang telah dilatihkan.

Ethan masih bisa menemukan 10 siswa lain. Yang masih di koridor. Juga seorang guru. Mereka itulah yang jadi sasaran tembak berikutnya.

Alasan penggugat: Ethan sudah ditemukan berbuat begitu aneh. Sehari sebelumnya. Yakni mempraktikkan mengisi peluru sebuah senjata lewat HP-nya.

Pihak sekolah memang memanggil Ethan, namun ia boleh kembali ke kelas.

Pihak sekolah juga mengirim email ke James dan Jennifer, orang tua Ethan. Tapi tidak direspons. Dan pihak sekolah tidak mengambil langkah lebih lanjut.

Jennifer sebenarnya membaca email yang dikirim pihak sekolah. Buktinya, setelah itu, Jennifer kirim teks ke anaknyi: Lol, I’m not mad at youYou have to learn not to get caught (Lol, saya tidak marah pada kamu. Kamu harus belajar untuk tidak ketahuan).

Sang ibu begitu sayang pada Ethan. Dia justru mengajari agar anaknyi jangan kepergok. Hanya itu. Tidak berusaha mencegah.

Itu, juga tecermin dari kata pertama di teks sang ibu: Lol. Yang artinya: lots of love. Itulah makna Lol yang asli. Meski belakangan Lol juga diartikan sebagai “laugh out loud”. Tawa yang keras. Melebihi sekadar aha, atau ha ha atau HA HA.

Keesokan harinya, Ethan masih masuk sekolah seperti biasa. Membawa tas. Senjata semi otomatis ”9 mm Sig Sauer”, dimasukkan ke tas itu. Ethan langsung menuju toilet sekolah. Menaruh tas di situ.

Di kelas, Ethan corat-coret di mejanya. Menggambar: senjata, orang tergeletak, tumpahan darah dan beberapa kalimat. Termasuk “pikiran tidak berubah. Tolong”. Artinya: pikiran untuk menjadi penyebab kematian tidak berubah. Tapi kok masih ada kata ”tolong”. Apakah pada dasarnya ia ingin berubah pikiran?

Yang jelas Ethan tidak belajar dari teks sang mama. Ia ketahuan lagi: menggambar semua tadi itu. Ethan dipanggil. Demikian juga orang tuanya. Jameslah yang datang ke sekolah.

Sambil menunggu kedatangan sang ayah Ethan minta izin menyelesaikan tugas sekolah. Inilah yang dianggap bahwa Ethan sebenarnya masih anak normal.

Kesimpulan pemanggilan hari itu: Ethan harus dikonsultasikan ke ahli jiwa –dalam 48 jam ke depan. Selesai. Ethan boleh kembali ke kelas di situ. Di SMA Oxford, di distrik Oxford, Michigan, USA.

Tibalah waktu pergantian pelajaran siang. Ketika Ethan menggunakan waktu itu untuk ke toilet: mengambil senjata. Dan menembakkannya.

Pihak sekolah beralasan: semua itu sudah sesuai dengan prosedur. Juga sudah sesuai dengan ilmu penanganan kasus serupa. Termasuk sudah sesuai dengan pelatihan yang didapat.

Alasan itu tidak bisa diterima oleh penggugat. Harusnya, katanya, Ethan sudah dipulangkan. Sehingga kejadian berdarah itu bisa dihindarkan.

Memang pihak sekolah sudah minta James untuk membawa pulang sang anak. Tapi James tidak mau. Kok pihak sekolah tidak memaksa.

Apalagi, sehari sebelum itu, ternyata Ethan sudah posting di medsos: “Saya adalah kematian, penghancur dunia. Sampai besok, Oxford”.

Itu pula yang membuat orang tua Ethan ikut jadi tersangka. Senjata itu dibeli orang tua Ethan empat hari sebelumnya. Masih baru. Gres. Sebagai hadiah Natal bagi sang anak.

Sang ibu juga mengantar Ethan berlatih menembak. Di tempat pelatihan. Anak umur 15 tahun memang boleh memegang senjata api: hanya di lokasi latihan menembak.

Mengapa nilai gugatan ini begitu tinggi? Bukankah si penggugat hanya luka di leher? Dan adiknya hanya kaget ketakutan?

Rupanya si penggugat jengkel: perjuangan membatasi kepemilikan senjata selalu gagal. Alasan keamanan selalu kalah. Gugatan ini diniatkan untuk menemukan alasan bisnis: dengan membayar sangat mahal mereka akan berhitung.

Uang bisa jadi lebih penting dari nyawa: di negara kapitalis. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Artikel Berjudul PPKM Tiga

Pedro Lincalinci
TIDAK menepati janji? gampang.., yaa janji lagi laaah… Kita akan disebut BIJAK kalau kita selalu menepati janji. Tetapi…, ternyata yang PALING bijak itu adalah yang berhati-hati sebelum berjanji.

Udin Salemo
Hampir disemua BUMN karya pembayaran ke subcon itu bermasalah. Pekerjaan selesai. Datang saat pembayaran. Dibayar dicicil setelah lebih dari beberapa bulan sejak pekerjaan selesai. Setelah menagih bolak-balik. Seperti mengemis. Tapi bagaimana lagi. Kerjaan gak diambil nanti proyek berikutnya gak dipakai lagi sebagai subcon.  BUMN karya juga sulit. Dapat penugasan. Uangnya cari sendiri. Dibayar dari sononya juga dicicil. Ruwet, ruwet… kata seseorang.

Mr. De
Cek gula, cek kolesterol, cek tekanan darah, alhamdulillah oke semua…sebentar, sptnya ada yg kurang, apa ya?…oh dompet. Dan semuanya terasa gelap.

Amat
Korean food – > ditik (ditulis) miring (bukan bahasa Indonesia) Anak muda millennial – > milenial gunung Penanggungan – > Gunung Penanggungan (nama geografi) Di paragraf terakhir, “Saya pun, menghadapi akhir tahun, mengecek kondisi tubuh: antibodi 520. Level vitamin D, 71. Kolesterol normal. Tekanan darah normal….” Saya suka versi yang seperti ini. Konsisten. Khas gaya Disway. “Saya pun, menghadapi akhir tahun, mengecek kondisi tubuh. Antibodi: 520. Level vitamin D: 71. Kolesterol: normal. Tekanan darah: normal. Fungsi hati: sangat baik. Hanya D-Dimer tetap saja: 2060.”

Buzzer NKRI
Target tahun baru buat Abah: D-Dimer turun ke 2022……..

PakDe MA
one shot one kill yeeaaahhh marukawa(ni) menghukum bek-bek tangguh.  Semoga dicabutnya PPKM level 3  bisa ikut menggemuruhkan GBT, GBK, GBLA, Kanjuruhan, Maguwoharjo dll

Sin
cerpen: alkisah ada bapak2 tua yg baru pertama naik pesawat dalam perjalanan naik super air jet dr surabaya ke jakarta duduk disamping pemuda millenial, biar berasa akrab bapak itu bertanya ke anak muda di sampingnya “mau kemana dek?” “Jakarta, pak” “Wah, sama ya ke jakarta juga” “Lah, iyaa kan kita satu pesawat pak” (sambil mbatin: emang kayak bis bisa ngompreng turun tengah jalan) end

Mbah Mars
Dengan batalnya PPKM 3 ngalamat banyak janda2 sepuh di kampungku berbunga-bunga. Anak2 dan para cucu pada mudik. Biasanya para Janpuh tersebut ngethuprus mengkisahkan kesuksesan anak2nya di rantau. Pernah terdengar di sela2 ngethuprusnya: “Tahun ini, anakku yg Mbandung pulang bawa mobil sendiri”, kata seorang Janpuh. “Merknya apa mbah ?”, tanya seseorang. “Kalau tdk salah merk Rental. Itu mobil gaweyan mana tho ?”, kata Janpuh. “Bikinan Jerman mbah”, kata yg lain sambil menahan tawa. Dalam hati bilang “Jerman itu jejer Kauman” Wkwkwkwk. Saya sdh membayangkan kehebohannya lagi di akhir tahun ini. 

Gliss AE
Saya pun, menghadapi akhir tahun, mengechek kondisi Dompet : KTP Aman, SIM C Expired, STNK Pinjaman Motor Aman, Fungsi Dompet Sangat Baik sekali, hanya Level Dana saja Rendah. #Indonesia_pinggiran

Alexs sujoko sp
Panggil Mah nya kok pakai !!!!!!!!!! mana mau, harusnya Maaaaahhhhhhhhhhh yang lembut. Kayak Om Leong gitu

Be heppy Reader
Cerpen suami ngenes saat malam Jumat  Suami : Mah !!!!! Istri.    : Moh. Tamat

Ibnu Setyaningrum
Beda program dan janji :  Program dinilai di awal. Layak dijalankan atau tidak. Janji dinilai di akhir. Terbukti atau tidak.

Parikesit
Pertanyaan yg mengganjal, kenapa mbak Inul curhatnya ke Abah? Bukan ke mas Adam, atau mas Adam curhat ke mbak Inul agar diteruskan ke Abah. Mohon Abah jawab dengan se-kreatif mungkin, se-kreatif mantra sakti mas Butet. Monggo … Hehehe … Sugeng sonten.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar