Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mahasiswa Bagi-bagi Brosur, Ajak Masyarakat Taat Lalu Lintas

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 1 April 2017 | 11:45 Tag: , ,
  

Kota Gorontalo – Hargo.co.id SEJUMLAH perempuan cantik tersenyum manis berbalut berkeredung. Mereka berbaris rapi sambil membentangkan spanduk di sekitar kawasan Bundaran Hulonthalo Indah.

Di spanduk ukuran mini itu, tertulis denda bagi mereka yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebesar Rp 1 juta sesuai UU Nomor 22 tahun 2009. Tidak jauh dari barisan mereka, belasan lelaki dan perempuan lainnya sibuk membagi-bagikan brosur dan leaflet kepada pengendara kendaraan bermotor yang lalu lalang di kawasan itu.

Isinya beragam. Ada yang menyangkut aturan dan persyaratan kelayakan berkendara, ada juga yang memuat dampak negatif akibat pelanggaran lalu lintas, seperti kecelakaan di jalan raya.

Siang menjelang sore, kemarin, (31/3), di Bundara HI tersebut tengah digelar aksi mahasiswa dengan mengatasnamakan Gerakan Nasional Revoluasi Mental (GNRM).Aksi ini adalah respon para mahasiswa terkait tingginya angka kecelakaan di jalan raya dan maraknya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan masyarakat Gorontalo.

“Aksi ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat Gorontalo tentang pentingnya kelengkapan kenderaan saat menggendara di jalan raya.Sebagai warga negara yang baik, kita perlu menaati aturan berlalu lintas.

Lagi pula taat berlalu lintas adalah demi keselamatan pengendara sendiri agar aman saat berkendara,” kata koordinator aksi Adnan Berahim.

Adhan yang juga Ketua Pokja gugus tugas Gerakan Indonesia Tertib, selain melakukan gerakan seperti ini, pihaknya ikut memasang sejumlah papan himbauan di beberapa titik di Kota Gorontalo. Intinya berisi aturan lalu lintas serta denda bagi pelanggar.

“Kita ingin agar masyarakat mengerti betul aturan sehingga sadar dan mau menaatinya,” kata Adhan.Dari Pantauan Gorontalo Post, sendiri, kalimat-kalimat himbauan dari gerakan ini terbilang unik.

Karena selain berisi sejumlah penjelasan Undang-undang lalu lintas, nampak pula kalimat-kalimat ajakan penggunaan kelengkapan dalam berkendara, yang dituliskan dengan bahasa-bahasa lokal yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat Gorontalo.

Selain itu, dalam brosur dan leaflet yang mereka bagikan kepada para pengguna jalan yang melintasi titik aksi, juga terdapat gambar-gambar yang mengilustrasikan penggunaan kelengkapan kenderaan bermotor yang benar dan salah.

Hal ini tentu saja sangat membantu kinerja pihak kepolisian yang selama ini gencar melakukan sosialisasi dan operasi penertiban lalu lintas di wilayah Gorontalo. Kasat Lantas Polres Gorontalo Kota AKP Ronny Barli Ibrahim mengapresiasi aksi para mahasiswa tersebut.

Menurutnya, gerakan ini sangat membantu kepolisian. Ia mengharapkan menyusul adanya aksi mahasiswa ini, masyarakat lebih lebih sadar untuk tertib berlalu lintas.”Tertib itu damai, lebih damai daripada uang damai,” ujarnya singkat. (***/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar