Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mahasiswa Pertanyakan Tindak Lanjut Dugaan Kasus Korupsi di Bone Bolango

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 21 Juni 2022 | 20:05 Tag: ,
  Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Selasa (21/06/2022). (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aksi Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone Bolango – Gorontalo (PAPMIB-G) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati, Kejaksaan Negeri dan DPRD Bone Bolango, Selasa (21/06/2022). 

Aksi itu dilakukan mahasiswa guna mempertanyakan tindak lanjut penanganan perkara kasus korupsi yang terjadi di daerah tersebut. Dalam orasinya mahasiswa menyebut ada sejumlah oknum pemerintah yang terjerat kasus korupsi, namun hingga saat ini belum juga ada kejelasan terkait penanganannya. 

Di depan kantor Bupati Bone Bolango mahasiswa berorasi, meminta pihak Pemda Bone Bolango untuk tidak menutup mata akan adanya kasus – kasus korupsi di daerah, terutama yang melibatkan oknum pemerintah setempat. 

Sementara di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone Bolango Mahasiswa mempertanyakan eksistensi Kejari dalam menangani kasus korupsi. Massa meminta Kajari segera menuntaskan semua masalah korupsi di Bone Bolango. 

“Kami datang kesini untuk mempertanyakan eksistensi Kejari Bone Bolango, mengingat sudah banyak kasus korupsi, akan tetapi kejari telah berselingkuh dengan oknum yang melakukan korupsi. Kami minta Kajati segera selesaikan itu, dan jika tidak mampu, silahkan mundur dari jabatan,”tutur Mohamad Fajri Langgene (Korlap). 

Sementara itu di Kantor DPRD Bone Bolango massa aksi menuntut agar pihak DPRD segera memanggil oknum – oknum yang diduga terlibat dalam kasus korupsi, salah satunya Direktur PDAM. Menurut data yang diperoleh massa aksi, kerugian negara dalam sejumlah kasus di Bone Bolango telah mencapai miliaran rupiah. 

“Kami meminta DPRD mengundang Direktur PDAM terkait dengan adanya kasus SK fiktif yang digadaikan, mobil dan motor dinas, surat – suratan, serta adanya kontraktor PDAM yang tidak dibayar. Uang negara sebanyak 28 miliar itu kemana larinya?. Selain itu juga masih ada oknum pemerintah lainnya yang harus dipanggil yang juga terkait kasus korupsi,”orasi Mohamad Fajri Langgene. 

Mahasiswa berharap, pihak terkait dapat benar – benar menerima dan merealisasikan apa yang jadi tuntutan massa aksi, karena bagi para pelajar ini, kasus korupsi merupakan musuh bangsa yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan perkembangan daerah. 

Sementara itu para perwakilan dari Bupati, Kajari dan DPRD Bone Bolango yang menerima langsung kedatangan massa aksi, menyatakan bahwa menerima semua aspirasi yang disampaikan dan akan menyampaikan langsung kepada pimpinan serta menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang ada. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 108 times, 1 visits today)

Komentar