Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Majid : Tak Ada Anthrax di Kota Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 16 Mei 2016 | 13:15 PM Tag:
  

Hargo.co.id KOTA – Pihak Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPPKP) Kota Gorontalo mengklaim bahwa informasi terkait wabah anthrax yang mulai memasuki Kota Gorontalo sama sekali tidak benar. Kepada Gorontalo Post Kepala Bidang DKPPKP Kota Gorontalo Ir Majid Rasyid mengatakan, hingga kini belum ada satupun laporan dari masyarakat perihal adanya sapi yang mati mendadak di Kota Gorontalo.

“Kami dari bidang peternakan DKPPKP Kota Gorontalo sudah melakukan monitoring atau meninjau langsung seluruh kawasan yang ada di kelurahan Paguyaman Kecamatan Kota Tengah, tidak ada sapi yang mati mendadak karena terkena wabah anthrax,”kata Majid Rasyid kepada awak koran ini.

Selain itu tambah Majid Rasyid, pihaknya juga melakukan pengecekan secara langsung sejumlah tempat potong hewan di Kota Gorontalo termasuk penjual daging sapi yang ada di pasar sentral. Hal ini dilakukan selain untuk melihat secara langsung kondisi daging sapi yang dijual, sekaligus melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai hewan yang dijual itu harus sehat.
“Kami himbau agar masyarakat khususnya para penjual daging sapi untuk tidak menjual daging yang sudah terkontaminasi dengan penyakit anthrax,”terang Majid Rasyid. Bahkan, pihaknya juga tambah Majid Rasyid telah mendatangi langsung rumah salah seorang warga di Kelurahan Paguyaman Kota Gorontalo yang dilaporkan telah terkena wabah anthrax.

Namun, setelah dilakukan wawancara kata Majid Rasyid, bahwa warga tersebut mengaku belum pernah terkontaminasi dengan sapi atau daging sapi. Terlebih di Kelurahan paguyaman atau dekat rumah warga itu tidak ada hewan ternak berupa sapi yang dipelihara.

Kendati demikian pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas kesehatan Kota Gorontalo guna mengambil sample darah dari pasien tersebut untuk diperiksa laboratorium. Hal itu agar dapat diketahui sejak dini penyakit apa yang diderita dari pasien tersebut.

“Intinya dari jumlah populasi hewan ternak sapi sebanyak 3.115 yang ada di Kota Gorontalo. Sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat sapi yang terkena wabah anthrax apalagi laporan tentang sapi yang mati mendadak juga tidak ada,”tandasnya. (roy/hargo).

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar