Mangrove Tanjung Panjang Rusak Parah

×

Mangrove Tanjung Panjang Rusak Parah

Share this article
Kondisi hutang mangrove di kawasan Cagar Alam Tanjung Panjang kini rusak parah. (F. Felix Idrus/ Gorontalo Post)

Miris kami melihat persoalan cagar alam Tanjung Panjang yang kini sudah sangat rusak. Bukan hanya saat ini, melainkan dari tahun-tahun sebelumnya tidak ada tindakan tegas terkait dengan Tanjung Panjang tersebut,” ungkapnya.

Nasir Giasi menambahkan, pihaknya tidak terlalu mempersoalkan pengrusakan mangrove demi kepentingan tambak yang telah dilakukan.

Hanya saja, bagaimana agar tidak ada lagi yang melakukan pengrusakan mangrove. Disisi lain yang perlu dipersoalkan dan tidak perlu main-main adalah kerusakan yang dilakukan dikawasan cagar alam maupun hutan lindung. Harus ada langkah dan tindakan tegas yang diambil.

Siapapun dia, tanpa harus melihat suku mana atau warga mana. Jika bersalah, maka harus ditindak tegas.

“Kami tidak akan henti-hentinya menyuarakan hal ini, karena yang dirusak ini adalah wilayah cagar alam yang dilindungi oleh undang-undang dan ini demi anak cucu kita kedepan.

Kalau mangrove di rusak, maka sudah pasti bakal berpengaruh pada biota laut, tidak ada penyangga air dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, kami meminta BKSDA terjun ke lapangan. Bukan hanya sekedar rapat atau melihat di lapangan saja, akan tetapi harus ada langkah tegas yang dilakukan.

Kami akan membeck up langsung hal ini. Pada dasarnya, tidak ada neko-neko terkait dengan persoalan kawasan yang dilindungi. Harus ada langkah tegas yang dilakukan.

Kami di DPRD pun bakal membentuk Pansus guna menseriusi hal ini,” pungkasnya.(kif/hargo)