Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



MATAHARI Percaya Diri, Sebut Isu Ijazah Bentuk Ketakutan Paslon Lain

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Saturday, 3 February 2018 | 12:31 PM Tags: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Pasangan Marten Taha-Ryan Kono (MATAHARI) tak gentar. Isu legalisir ijazah yang dipersoalkan pihak tertentu, tak lantas membuat kubu MATAHARI kendor. Justru sebaliknya, pasangan yang diusung koalisi Golkar, Demokrat dan PBB itu makin memantapkan langkah meraih kemenangan.

Sebelumnya, beberapa waktu belakangan sejumlah pihak mempersoalkan keabsahan ijazah pasangan MATAHARI. Bahkan Kamis (2/2), Aliansi Masyarakat Peduli Konstitusi (AMPK) melakukan demonstrasi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Gorontalo.

Mereka mendesak agar KPU dan Panwaslu Kota Gorontalo menjalankan aturan secara tegas. Terutama berkaitan syarat pencalonan sebagaimana tertuang dalam Undang-undang maupun peraturan KPU.

Sekretaris Tim Pemenangan MATAHARI Totok Bachtiar kepada Gorontalo Post menegaskan, sejauh ini pasangan MATAHARI dan tim pemenangan tidak merasa ada yang salah dari berkas pencalonan yang dimasukkan ke KPU. Terutama berkaitan dengan pendidikan. Sebab dari jenjang pendidikan, bisa dicek langsung ke sekolah atau perguruan tinggi. Termaksud soal legalisir tersebut.

“Yang harus dipertanyakan itu adalah jenjang pendidikan dari pasangan lain. Apakah jenjang pendidikannya jelas atau tidak. Kalau soal Ryan, dia alumni dari Sekolah sederajat dari luar negeri, begitu pun dengan Sarjananya. Sementara pasangan lain harus dicek jugajenjang pendidikannya, jelas atau tidak,” ucap sekretaris Toto Bahtiar.

Menurut Toto bahwa yang berkembang saat ini adalah sebuah ketakutan dan kecemasan dari pasangan lainnya. Sebab mereka mengetahui bahwa MATAHARI memiliki keterpilihan yang begitu kuat di masyarakat.

“Dari hasil survei, tingkat keterpilihan MATAHARI itu mencapai angka 68,72 persen. Inilah yang membuat calon lain kebakaran jenggot. Hingga berbagai isu dihadirkan untuk menjatuhkan MATAHARI. Saya rasa masyarakat sudah cerdas, dan KPU tahu persis langkah yang akan mereka ambil,” terangnya.

Sejauh ini pasangan MATAHARI terus melakukan blusukan ke kelurahan-kelurahan. Selain untuk mengetahui aspirasi masyarakat, juga memberikan penguatan bahwa program lahir sampai mati akan dilanjutkan Marten Taha yang kini masih menjabat sebagai Wali Kota.

“Ketika pak Marten melanjutkan kepemimpinannya bersama Ryan Kono, program lahir sampai mati akan berlanjut. Karena program tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” paparnya.(ndi/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar