Semula saya ragukan kesimpulan itu. Hari kedua saya nikmati lagi Masjid Nabawi. Lebih lama. Dalamnya. Luarnya.
Mengelilingi dalamnya sama melelahkannya dengan meninjau luarnya. Saking besarnya. Imajinasi saya loncat-loncat: Madinah. Cordoba. Madinah. Cordoba. Yes! Madinah jauh lebih indah!
Tiba-tiba muncul kesimpulan lain. Mengejutkan imaji saya. Berada di Madinah ini rasanya kok seperti berada di Cordoba. Ya. Ternyata ada kemiripan. Beberapa bagian arsitekturnya mirip. Sangat mirip.
Lantas muncul pertanyaan. Untuk diri saya sendiri. Mungkinkah desain Masjid Nabawi yang baru ini sengaja dimiripkan dengan Cordoba? Untuk mengenang kejayaan Islam di Eropa itu?
Sekaligus untuk mengalahkannya? Secara telak pula? Agar tidak ada penyesalan yang terlalu dalam atas hilangnya kebanggaan masa lalu itu?
Mungkin begitu. Mungkin tidak.
Selera arsitektur Madinah modern memang beda dengan Makkah modern. Sama hebatnya, tapi beda wujudnya. Secara keseluruhan. Madinah modern adalah kota yang ditata dengan elegan.
Kalau di Amerika ada tipikal New York dan Washington, Madinah modern adalah Washingtonnya.
