Memalukan, di Takmirul Masjid Ini Halal Bihalalnya Ricuh

×

Memalukan, di Takmirul Masjid Ini Halal Bihalalnya Ricuh

Share this article
Ilustrasi ricuh. (dok merdeka.com)

Ironisnya, menurut Basri, aksi GD ini diduga bukan baru kali ini ia lakukan, sebelumnya, GD juga pernah berbuat serupa kepada jemaah Masjid Al Yusra dan Al-Qamar.

“Dia selalu ingin menguasai dan menjadi pimpinan Badan Takmirul Masjid, padahal jujur saja, Masjid At-Taqwa ini didirikan oleh Perum Balkin, yang memang diperuntukkan sebagai fasilitas penunjang warga setempat,” tambahnya.

Olehnya, Basri menegaskan, warga serta jemaah masjid At-Taqwa Kota Gorontalo berharap persoalan ini bisa ditangani segera oleh pihak kepolisian.

Saat dikonfirmasi Gorontalo Post, GD alias Gafar Duhenggo mengaku tidak pernah mengerahkan warga untuk menyerang warga Perum Balkin, Kelurahan Tomolobutao. Bahkan, Gafar mengklaim kedatangan warga atas permintaan sendiri panitia pelaksana halal bi halal Masjid At-Taqwa, yang dibuktikan dengan surat undangan.

“Itu bukan penyerangan pak, malah mereka datang karena diundang oleh panitia pelaksana itu sendiri,” ujarnya.

Hanya saja menurut Gafar yang juga mengaku sebagai Pengurus salah satu Masjid di dekat rumahnya itu, keributan itu bermula dari pihak panitia halal bi halal itu sendiri yang menyindir warga yang datang ke dalam masjid tapi tidak menggunakan penutup kepala.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah seorang warga Tomolobutao, Ibrahim Makota yang juga mengaku sebagai pengurus Masjid At-Taqwa. Menurut Ibrahim, sejak pertama kali tiba di kegiatan itu, dirinya bersama sejumlah rekan-rekannya selalu disindir oleh panitia pelaksana.

Saat ini, warga yang membela kepengurusan Gafar Duhenggo sendiri, telah membangun masjid baru yang terletak tepat di depan Masjid At-Taqwa yang menjadi sengketa itu.(tr-45/ar/hargo)