Hargo.co.id GORONTALO – Pelaksanaan Halal Bihalal sejatinya untuk memperkokoh silaturahim dan kesatuan umat Islam.
Ironinya, kenyataan terbalik terjadi pada perayaan di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Kegiatan yang penuh manfaat itu justru berakhir ricuh. Penyebabnya lantaran ketegangan antara sesama pengurus Badan Takmirul Masjid (BTM) masjid setempat.
Informasi yang dirangakum Gorontalo Post menyebutkan, keributan yang terjadi pada pelaksanaan Halal Bihalal di Tomulabutao ini terjadi pekan kemarin. Saat itu acara tengah berlangsung. Tiba-tiba saja sekelompok orang berbuat onar.
Beruntung ketegangan tidak berlangsung lama. Petugas kepolisian cepat datang dan berhasil melerai mereka.
Ketua Halal Bihalal Panitia Nurdin Abay menuding aksi onar sekelompok orang tersebut dirancang oleh GD. Salah satu pengurus Takmirul Masjid.
“Yang pimpin puluhan orang tidak dikenal itu si GD, karena sebelumnya dia memang sudah mengancam akan membubarkan kegiatan ini kalau tetap dilaksanakan,” tegasnya.
Nurdin mengatakan, aksi penyerangan ini sendiri, merupakan buntut dari sejumlah persoalan yang diduga dipermasalahkan oleh GD bersama jamaah Masjid At-Taqwa.
Sebelumnya, GD merupakan orang yang mengklaim dirinya sendiri menjadi satu-satunya pengurus takmirul masjid At-Taqwa, padahal menurut Nurdin, selama 12 tahun berdiri, Masjid At-Taqwa memang belum memiliki Badan Takmirul Masjid (BTM).
“Masjid kami ini sudah 12 tahun sejak berdiri belum punya BTM, makannya waktu malam kejadian sebenarnya sekaligus agan dibentuk BTM,” ungkapnya.
Nurdin sendiri mengaku, upaya pembentukan BTM ini mendapat penolakan dari GD karena GD enggan diganti sebagai pengurus masjid At-TAqwa.
“Selama ini keuangan masjid tidak pernah diketahui oleh jemaah, lagipula tidak masjid ini memang tidak ada pengurus resminya, makanya akan dibentuk, dan saya juga sudah mengajak pak GD untuk bergabung,” tambahnya.
Namun, upaya Nurdin ternyata tidak direspond GD, sebaliknya, GD diduga mengumpulkan sejumlah warga dari kelurahan lain, dan menyerang jemaah At-Taqwa yang tengah mendengarkan ceramah agama saat itu.
“Ini sudah keterlaluan, dan saya sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat,” pungkasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Basri Sarif, Pemilik perumahan balkin yang juga merupakan jemaah Masjid At-Taqwa, Kota Gorontalo. Basri mengatakan, GD merupakan provokator dan satu-satunya orang yang paling bertanggung jawab dibalik aksi penyerangan ini.
“Dia (GD,red) itu provokatornya, karena dia yang bawa warga dari desa lain itu untuk menyerang kami, bahkan mereka sampai masuk ke dalam masjid dalam keadaan mabuk,” tegasnya.
