In Memoriam ‘Syamsur Junus’ : Tanamkan Disiplin ke Anak-anak

×

In Memoriam ‘Syamsur Junus’ : Tanamkan Disiplin ke Anak-anak

Share this article
TIBA DI RUMAH DUKA - Jenazah Alamarhum Syam Yunus saat tiba di rumah duka, Jl. Budi Utomo, Kota Gorontalo setelah diterbangkan dari Jakarta, Kamis (6/7) semalam. (Foto Jalal Khan/Gorontalo Post)

 

GORONTALO, hargo.co.id – Awan duka kembali menyelimuti langit Gorontalo. Kamis (6/7) pukul 10.30 Wita, sosok dermawan Syamsur Yunus menghadap ke hadirat Ilahi.

Pria yang akrab disapa “Om Syam” itu tutup usia dalam perjalanan dari Gorontalo ke Jakarta.

Pria yang lahir pada 8 Agustus 1937 itu ditengarai meninggal akibat terkena serangan jantung. “Analisis dokter almarhum meninggal akibat serangan jantung mendadak,” kata Tonny Yunus, anak Syamsur Yunus.

“Memang belakangan beliau sering sakit sakitan, karena juga mungkin factor usia,” sambung Tony Yunus.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, almarhum Syamsur Yunus berangkat dengan Batik Air ke Jakarta bersama dua anaknya (Lisnawaty Yunus dan Livi Yunus) serta lima cucunya. Kabar beredar, mereka hendak menuju ke Singapura untuk melakukan pemeriksaan medis (medichal cek up).

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Syam Yunus dikabarkan dalam posisi tidur. Karena masih menunggu kursi roda dan mendapat kesempatan turun paling akhir, Lis dan Livi memilih tak membangunkan Sam. Setelah semua penumpang turun, salah seorang cucu Ido membangunkan Sam.

Tetapi saat akan dibangunkan Sam bergeming. Beberapa kali dibangunkan tak menunjukkan reaksi, pihak keluarga lantas memutuskan membawa Sam ke klinik Bandara Soekarno-Hatta. Dari hasil pemeriksaan medis, Sam dinyatakan meninggal.

Kabar meninggalnya Syam Yunus membuat pihak keluarga dan kerabat terkejut. Lola Junus (anak keempat Sam Yunus) mengaku sebelum berangkat ke Jakarta, Sam Yunus sempat berpesan bila dirinya agar tinggal di rumah saja.

“Papa bilang saya jaga di sini (rumah,red) saja. Sehingga saya tak ikut berangkat,” cerita Lola kepada kerabat yang datang melayat.

Di sisi lain, keluarga menduga almarhum sudah memiliki firasat akan menghadap sang khalik. Pasalnya, setiap kali berangkat keluar daerah, Syam Yunus tak pernah lupa membawa dompet yang isinya beragam kartu miliknya.

Mulai dari kartu kredit hingga kartu keterangan medical chek up. Namun, ketika berangkat kemarin dompet tersebut tak dibawa Syam Yunus.

Senantiasa Menjaga Pola Makan

Pada 2001 silam, Syam Yunus sempat menjalani operasi ginjal. Pada umumnya, orang pasca operasi ginjal kondisi kesehatan yang bersangkutan tak lagi optimal seperti sebelumnya.

Namun berbeda dengan Syam Yunus, pasca operasi ginjal pria beranak lima itu justru senantiasa fit dan bugar.

Bahkan hampir menginjak usia 80 tahun, Syam Yunus masih tampak bugar. Kendati faktor usia membuat membatasi aktivitasnya. Kondisi yang dialami Syam Yunus itu ternyata tak lepas dari kedisiplinan menjaga pola makan.(tr-45/gip/hargo)