Menantu di Tengah Banyak Kontradiksi

×

Menantu di Tengah Banyak Kontradiksi

Share this article
Dahlan Iskan

Untuk menghormati tuan rumah, saya mengenakan topi dan kacamata dengan corak bendera Amerika. Ternyata, saya lihat justru ada yang menggelar bendera Amerika di atas rumput. Di lapangan tempat acara berlangsung. Lalu, anak-anak duduk dan makan-makan di atas bendera itu.

Saya perhatikan, tidak satu orang pun menunjukkan reaksi kaget. Biasa saja.

Saya juga melihat banyak gadis musim panas (pakai celana pendek yang minim) di acara itu. Yang celana minimnya bermotif bendera Amerika.
Sang wali kota juga tidak peduli apa yang dikibarkan Trump. Kini gugat-menggugat itu masih berproses di pengadilan.

Sang menantu rupanya dianggap bisa mengendalikan ”keliaran” Trump. Jared jadi tumpuan kegelisahan pendukung Trump. Yang menganggap gaya Trump itu harus diubah. Gaya itu hanya cocok untuk mengalahkan calon internal partai. Tidak cocok lagi untuk mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Mereka menyampaikan itu kepada Jared. Agar sampai kepada Trump. Dan Trump mau berubah. Sebab, Jared sangat dipercaya Trump. Dan Trump sangat mendengar Jared.

Ivanka, yang memeluk agama Yahudi demi perkawinannya dengan Jared, kini memiliki tiga anak. Jared tidak merasa gelisah jadi keluarga Trump. Meski pada dasarnya banyak kontradiksi dengan latar belakangnya.

Orang kulit putih garis keras pendukung utama Trump pada dasarnya tidak menyukai Yahudi. Padahal, Jared Yahudi. Bapaknya tokoh Yahudi. Penyumbang besar lembaga-lembaga Yahudi. Bahkan, kakeknya adalah orang Yahudi yang lolos dari holocaust. Dari dari Rusia ke Polandia, lalu ke Amerika.