Menlu RI Temui Panglima Myanmar 

×

Menlu RI Temui Panglima Myanmar 

Sebarkan artikel ini
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi (Dok. JawaPos.com)
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi (Dok. JawaPos.com)

Hargo.co.id – Upaya pemerintah Indonesia memfasilitasi krisis kemanusiaan di Myanmar terus dilakukan. Salah satunya, dilakukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan menemui Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior U Min Aung Hlaing.

Pertemuan itu didasari atas rasa desakan kemanusiaan untuk menurunkan eskalasi ketegangan di Rakhine State. Pemerintah Indonesia melakukan upaya untuk de-eskalasi situasi di Rakhine State harus menjadi prioritas utama bagi otoritas keamanan di Myanmar.

Pertemuan dengan Jenderal Hlaing berlangsung lebih dari 1 jam. Agenda itu merupakan agenda pertama dari rangkaian pertemuan Menlu dengan otoritas Myanmar guna membahas krisis keamanan dan kemanusiaan yang kembali melanda Rakhine State.

Retno menekankan Indonesia dan dunia sangat mengkhawatirkan perkembangan situasi di Rakhine State. Kekerasan telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang telah memakan banyak korban meninggal, luka dan kehilangan tempat tinggal.

“Otoritas keamanan Myanmar perlu segera menghentikan segala bentuk kekerasan yang terjadi di Rakhine State dan memberi perlindungan kepada seluruh masyarakat termasuk masyarakat Muslim,” tegas Retno dalam keterangan tertulis, Senin (4/9).

Tak hanya bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Menteri Retno juga menemui State Counsellor Myanmar, dan sejumlah Menteri lainnya. Retno menjelaskan pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar berusaha untuk menekankan isu keamanan dan stabilitas di Rakhine State. Indonesia juga akan menyampaikan seruan dan proposal penting kepada pemerintah Myanmar.

“Kami membahas lebih detail terkait proposal Indonesia termasuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Rakhine State,” jelas Retno.

Dalam pertemuan itu, Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar menyampaikan perkembangan situasi keamanan di bagian utara Rakhine State. Pihaknya mengklaim otoritas keamanan terus berupaya untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di Rakhine State.

(ika/JPC/hg)