Hargo.co.id Tradisi hidangan lauk daging ayam saat sahur ikut berimbas pada harga daging ayam. Menjelang Ramadan, harga ayam kampung melonjak drastis. Mencapai Rp 150 ribu per ekor. Demikian pula ayam broiler (pedaging). Harga ayam broiler mengalami kenaikan berkisar Rp 50 – 75 ribu per ekor.
Pantauan Gorontalo Post (hargo.co.id) di pasar Sentral Kota Gorontalo, harga ayam kampung ukuran kecil yang sebelumnya seharga Rp 50 ribu kini dipatok Rp 75 ribu.
Ukuran sedang dari Rp 75 ribu menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan ukuran besar (jantan dewasa) dari Rp 120 ribu menjadi Rp 150 ribu per ekor.
Ayam broiler yang sebelumnya berkisar Rp 30-40 ribu per ekor (ukuran 1,2-1,6 kg) naik hingga Rp 75 ribu per ekor. “Sekarang permintaan ayam tinggi, apalagi menjelang ramadan ini. Saat ini saja (kemarin, red), ayam pedaging yang laku sampai 550 ekor,” ungkap Hamdun, pedagang ayam broiler di pasar Sentral Gorontalo, kemarin (5/6).
Harga telur ayam juga mengalami kenaikan harga. Rata-rata besaran kenaikan Rp 100-200 per butir atau sekitar 5 ribu per bak.
“Harga telur sudah sepekan terakhir naik, karena permintaan tinggi, sementara stok minim. Saya biasanya dapat jatah dari pengusaha ayam petelur sampai 300 bak per hari, tetapi sekarang cuman 150 bak saja,” ungkap Raya, pedagang telur ayam di Pasar Sentral Gorontalo.
Harga gula merah di Pasar Sentral Gorontalo justru mengalami penurunan. Sebelumnya harga gula merah berkisar Rp 25 ribu per kilogram. Saat ini harga gula merah dibanderol Rp 22 ribu per kilogram.
Fluktuasi harga ayam juga ikut terjadi di Shopping Center Limboto. Harga ayam boiler dipatok mulai Rp 50 Ribu hingga Rp 60 Ribu per ekor.
