Hargo.co.id –Â Setelah sukses melakukan operasi pembebasan para sandera warga sipil, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan apresiasi kepada anak buahnya.
Gatot memimpin langsung upacara kenaikan pangkat bagi 57 prajurit TNI luar biasa, yang dipusatkan di Desa Waa Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Minggu (19/11).
Ke-57 prajurit TNI tersebut dinilai berprestasi dalam kegiatan Operasi Terpadu TNI/ Polri dalam penanggulangan KKB dan pembebasan warga dari area Kimbeli Tembagapura, Jumat lalu (17/11).
Upacara ini dihadiri juga oleh para petinggi TNI dan Polri, pihak PT Freeport Indonesia dan para wartawan serta para insan pers. Demikian isi press release yang diterima Radar Timika (Jawa Pos Grloup) dari Polres Mimika, Minggu (19/11) melalui Aiptu Hempi Ona.
Rombongan Panglima TNI tiba di lokasi upacara sekitar pukul 10.15 WIT dengan menumpang kendaraan kendaraan Rantis, 3 unit Bus Armor, dan 5 unit kendaraan Toyota LWB dan melintas Mapolsek Tembagapura menuju Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura.
Panglima sendiri bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara ini dan selanjutnya memimpin upacara kenaikan pangkat.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang didampingi istri, dalam amanatnya mengatakan, dirinya datang untuk memberikan penghargaan kepada prajurit -prajurit TNI terbaik dalam melaksanakan tugas pembebasan sandra dan Operasi bersama TNI dan Polri.
“Saya punya keyakinan dan seyakin-yakinnya bahwa operasi ini berhasil karena bimbingan fan muhzizat dari Allah SWT Tuhan yang Maha Esa. Dan mengapa saya memberikan penghargaan, karena operasi ini dilakukan dengan sangat teliti dengan pengamatan dengan intensif, dan didahului dengan langkah-langkah yang dilakukan olek Kapolda,†ujarnya.
Ditegaskan Panglima TNI, langkah-langkah negosiasi oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar menurunkan para tokoh agama, pendeta, uskup, Komnas HAM, kepala suku semua dilakukan. Bahkan menyebarkan pamflet dilakukan secara intensif setiap hari dan setiap saat tanpa mengenal lelah.
Semakin hari kata Panglima TNI, stok logistik semakin menipis dan kesehatan warga semakin memburuk. Bahkan 12 orang wanita mengalamai kekerasan seksual, Rp 107.500.000 dirampok, 200 Hp dirampas, emas 254,4 gram dirampok, bahkan kesehatan tidak ada dan dilarang melaksanakan ibadah pada Hari Minggu.
Maka lanjut Panglima TNI, langkah-langkah dalam pembebasan ini harus dilakukan dan prajurit-prajurit TNI, yang diambil dari yang terbaik dan berpengalaman bahkan terlatih. Mereka diambil dari Kopasus, Taipur Kostrad, Batalyon 751 dan sebagian dari Yonif-754/ENK.
“Mereka bergerak dari jarak yang kita tempuh sama-sama 4,5 Km. Tetapi ditempuh antara 3 sampai 5 hari 5 malam, bergerak sangat senyap dan melakukan langkah-langkah dengan tertib, disiplin sesuai sengan rencana dan latihan pendahuluan.
“Maka sepantasnya atas nama Panglima TNI dan seluruh prajurit TNI karena kebanggaan maka pada saat ini kami memberikan kenaikan pangkat luar biasa,†tegas Jenderal Gatot.
Seharusnya sambungnya lagi, kenaikan pangkat ini bukan 57 orang tetapi 62 orang. Tetapi 5 perwira diwakili oleh Komandan Upacara menyampaikan bahwa keberhasilan adalah milik anak buah, dan kegagalan adalah tanggung jawab para perwira, sehingga secara halus mereka memilah untuk menerima kenaikan pangkat.
“Hal ini suatu hal yang sangat luar biasa yang membuat kami semua terharu. Saya ulangi para perwira meminta, menjelaskan bahwa keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira maka sepantasnya yang menerima kenaikan pangkat adalah anak buahnya. Maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tetapi diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekannya. Inilah contoh teladan bagi prajurit-prajurit yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan NKRI,†terang Panglima TNI.
Dijelaskan, ke-1.300 lebih tersandera tetapi dengan senyap, dengan cepat bisa memisahkan dan mengisolasi sehingga 347 sandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikitpun. Kemudian Kapolda dan Pangdam datang ke tempat sasaran kemudian mengevakuasi sehingga mereka semuanya sudah berada di Timika dalam keadaan selamat.
“Untuk itu atas nama seluruh prajurit, saya memberikan kenaikan pangkat luar biasa dan saya berterimakasih kepada Asops Kapolri, kepada Kapolda dan seluruh jajarannya, kepada Pangdam dan Asops Panglima TNI dan seluruh jajarannya yang sudah melakukan operasi secara terpadu untuk melakukan pembebasan sandra terhadap separatisme bersenjata,†tuturnya.
Selanjutnya Panglima TNI memberikan piagam penghargaan secara simbolis, dan memberikan selamat kepada anggota yang mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa, yang dilakukan oleh Pimpinan TNI dan Polri beserta ibu yang hadir.
(sad/jpg/JPC/hg)
