Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nasib Calon Bergantung Hasil Chekup, Tak Ada Tes Ulang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 17 Januari 2018 | 13:24 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Para bakal calon Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) 2018 akan memasuki titik aman pertama.

Ya, hari ini (17/1) Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan hasil pemeriksaan kesehatan masing-masing bakal calon. Baik untuk bakal calon wali kota dan wakil wali kota Gorontalo. Sedangkan untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Gorontalo Utara (Gorut) dijadwalkan pada 18 Januari 2018.

Penetapan hasil pemeriksaan kesehatan ini menjadi tahapan krusial bagi para kandidat. Pasalnya, untuk bisa melangkah ke tahap selanjutnya, para kandidat terlebih dahulu harus dinyatakan memenuhi syarat kesehatan. Karena itu nasib masing-masing bakal calon bergantung pada hasil chekup atau pemeriksaan.

Khusus untuk Pilwako, hasil pemeriksaan kesehatan masing-masing bakal calon telah diserahkan tim pemeriksa kesehatan kepada KPU Kota Gorontalo, Selasa (16/1). Untuk Pilkada Gorut telah diserahkan dan diterima KPU pada Senin (15/1).

Walaupun telah diserahterimakan, baik KPU maupun tim pemeriksa kesehatan masih enggan membeberkan siapa saja calon yang memenuhi persyaratan kesehatan atau sebaliknya.

“Hasilnya sudah kami serahkan ke KPU. Kami tak punya kewenangan untuk mengumumkan itu (hasil pemeriksaan,red) ke publik,” ujar Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Pilwako dr.Irianto Dunda.

Lebih lanjut Irianto mengatakan, hasil tes kesehatan yang telah diserahkan kepada KPU akan mereka pertanggung jawabkan.

Sehingganya tidak ada yang perlu diragukan terkait keabsahan data tes kesehatan yang mereka hasilkan tersebut.

“Kalau ada yang kurang puas dengan hasil rekomendasi yang kami sampaikan, silahkan komplen ke kami, karena kami memilikiriwayat dan catatan lengkap terkait hasil yang kemudian kami sampaikan ke KPU Kota Gorontalo itu,” tambahnya.

Meski begitu, informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pemenuhan syarat kesehatan dilihat dari berbagai aspek.

Seperti aspek kejiwaan (psikologi dan pskiatri) yang menggambarkan mental, karakter serta personality (kepribadian). Kemudian aspek kesehatan fisik (jasmani) yang meliputi fungsi panca indera hingga fungsi vital lainnya.

Yakni dari sistem pencernaan, pernapasan hingga syaraf. Tes ini dilakukan untuk memastikan masing-masing bakal calon nantinya mampu menjalankan tugas dari sisi kesehatan fisik yang dimilikinya.

Selain itu, tes yang tak kalah krusial yakni tes narkoba. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi apakah calon mengkonsumsi narkoba/zat adiktif berbahaya. Hanya saja tes ini dilakukan dengan pemeriksaan urine.

Padahal sebelumnya berkembang wacana pelaksaan tes narkoba dilakukan dengan tes rambut, yang memiliki tingkat detail lebih tinggi. Pelaksanan tes narkoba melaui urine dipilih dengan pertimbangan waktu pemeriksaan.

Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba kepada Gorontalo Post mengatakan, pihaknya sudah menerima kesimpulan hasil pemeriksaan.

“Tiga bakal pasangan calon sudah selesai menjalani semua tes kesehatan,” ujarnya.

Sehubungan dengan hal itu, lanjut La Aba, pihaknya akan memplenokan hasil pemeriksaan keshaatan verifikasi berkas pasangan calon.

“Nanti akan kami sampaikan hasilnya setelah rapat pleno,” tegas La Aba.
Terpisah Anggota KPU Gorut Muardi Unusa juga menegaskan bahwa untuk hasil pemeriksaan kesehatan para bakal calon dan bakal pasangan con tersebut sifatnya final. “Hasil pemeriksaan kesehatan tidak dapat diperbaiki dan kesimpulan akhirnya final” tegasnya.

Para bakal calon dan bakal pasangan calon tidak dapat melakukan pemeriksaan pembanding. Dan jika bakal calon dan bakal pasangan calon melakukannya maka yang menjadi patokan adalah kesimpulan akhir yang disampaikan oleh tim pemeriksa kesehatan yang ditunjuk oleh rumah sakit. (tr-45/abk)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar