Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Niat Ziarah Ke Makam Sahabat Nabi Berujung Tragedi MINGGU, 12 MAR 2017 08:45

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 13 Maret 2017 | 12:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Serangan bom merenggut sedikitnya 46 nyawa di Damskus, Syria, kemarin (11/3). Sekitar 120 orang juga mengalami luka parah. Tidak menutup kemungkinan korban jiwa akan terus bertambah. Sebab mayoritas korban selamat mengalami luka cukup parah. Belum ada pihak yang mengklaim serangan tersebut. Namun pelaku sepertinya sengaja menyasar warga Syiah.

Bom pertama meledak di stasiun pemberhentian bus. Pelaku meledakkan bom tepat setelah sebuah bus berhenti. Bus itu membawa warga syiah yang akan mengunjungi pemakaman Bab al-Saghir. Itu adalah pemakaman terbesar dan tertua di Syria. Di situ para sahabat dan keturunan nabi Muhammad dimakamkan. Termasuk diantaranya makam Ali.

Ledakan kedua terjadi 10 menit berikutnya. Kali ini bukan bom yang diledakkan jarak jauh. Melainkan bom bunuh diri. Pelaku sengaja berjalan diantara kerumuman orang di area  Bab al-Saghir dan meledakkan diri. Baberapa petugas yang mencoba menyelamatkan korban di ledakan pertama ikut menjadi korban.  ”Tujuan satu-satunya dari serangan itu adalah untuk membunuh,” Menteri Dalam Negeri Syria Mohammad Shaar.

Pasca kejadian, tampak beberapa bus yang kacanya pecah. Darah juga berceceran di mana-mana. Korban berasal dari berbagai negara. Namun yang paling banyak adalah warga Iraq. Sebanyak 40 korban tewas dan seluruh korban luka adalah warga Syiah dari Iraq. Orang Syiah biasanya mengunjungi makam Sayyidah Zaynab yang terletak di luar kota Damaskus. Setelah itu mereka baru mengunjungi Bab al-Saghir.

Damaskus selama ini menjadi basis pasukan Presiden Syria Bashar al-Assad. Perang yang berlangsung selama 6 tahun membuat kota-kota di Syria luluh lantak. Namun tidak demikian dengan Damaskus. Jarang terjadi serangan mematikan jantung Syria tersebut. Karena itu insiden kali ini merupakan serangan dengan korban jiwa terbesar di Damaskus.

Penduduk Syiah selama ini menjadi menjadi sasaran serangan dari Al Qaed dan Islamic State (IS) alias ISIS. Bukan hanya di Syria, tapi juga di Iraq. Makam  Sayyidah Zaynab bahkan berulang kali dihantam bom selama perang Syria berlangsung. ISIS mengklaimsebagai pelaku serangan di makam tersebut Juni lalu.

Meski begitu, kunjungan warga Syiah dari berbagai penjuru dunia ke makam tersebut terus saja mengalir. Pasukan Syria juga selalu melindungi umat Syriah yang datang.  Selama perang berlangsung, Assad mendapatkan dukungan dari militan Syiah yang berasal dari Iraq, Afghanistan dan Lebanon. Iran yang merupakan negara basis Syiah bahkan mendukung Syria sejak perang sipil pecah pada 2011 lalu. (AFP/Reuters/sha/tia)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar