“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada kedua orang tua serta semua yang mendukung saya. Saya juga bersyukur kepada diri saya sendiri karena sudah berjuang sejauh ini,” ungkapnya.
Meski bahagia, Nurlin menyadari bahwa proses ke depan tidak akan mudah.
“Persiapannya masih banyak. Program ini belum mulai, dan saya harus tetap fokus,” tambahnya.
Keikutsertaannya dalam SSEAYP bukan sekadar pencapaian pribadi. Nurlin membawa misi yang lebih besar menimba ilmu, memperluas relasi internasional, dan pulang dengan bekal kontribusi yang nyata untuk bangsa, khususnya Provinsi Gorontalo.
Ia berharap selama mengikuti program ini, dirinya bisa melanjutkan studi di luar negeri agar dapat mengembangkan kemampuan akademik, kepemimpinan, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian.
“Saya ingin pulang ke tanah air tidak hanya membawa nama besar, tapi juga dampak yang nyata. Saya ingin keberadaan saya bisa berguna untuk orang lain,” tegasnya.












