Hargo.co.id, GORONTALO – Kreativitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dituangkan dalam pameran seni rupa bertajuk Ru’upia Hilawo yang digelar di Gedung Budaya UNG, Minggu (24/5/2026).
Mengusung makna “wujud ekspresi” dalam bahasa Gorontalo, pameran tersebut menghadirkan 132 karya mahasiswa semester enam dari mata kuliah seni rupa. Berbagai jenis karya dipamerkan, mulai dari lukisan, kolase, clay, hingga karya berbasis campuran material yang menampilkan ragam bentuk visual kreatif.
Dosen pengampu mata kuliah seni rupa PGSD UNG, Angga Fajar Ramadan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide, imajinasi, serta kemampuan artistik mereka.
Menurutnya, mahasiswa PGSD tidak hanya dipersiapkan sebagai calon tenaga pendidik,
tetapi juga perlu dibekali kemampuan kreatif agar mampu menghadirkan pembelajaran seni yang menarik di sekolah dasar.
“Melalui pameran ini mahasiswa belajar bagaimana mengekspresikan gagasan lewat karya seni sekaligus memahami proses apresiasi dan pembelajaran seni rupa,” ujar Angga.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran praktik bagi mahasiswa
agar mampu mengenalkan seni kepada peserta didik di masa mendatang.
Pameran Ru’upia Hilawo berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (23/5/2026) dengan rangkaian kegiatan berupa pembukaan pameran,
sesi apresiasi karya, pemutaran karya mahasiswa, hingga diskusi seni sebagai penutup acara.
Angga menyebut pameran ini menjadi yang pertama digelar dalam lingkup mata kuliah yang diampunya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjangkau ruang publik yang lebih luas.
“Harapannya nanti mahasiswa tidak hanya berpameran di lingkungan kampus,
tetapi juga bisa tampil di ruang publik agar masyarakat ikut menikmati dan mengapresiasi karya mereka,” katanya.
Ia juga menilai kegiatan seni rupa seperti ini penting untuk memperluas ruang apresiasi seni di Gorontalo yang masih relatif terbatas. (Mg-08)












