Edukasi

FSB UNG Gelar Pembinaan dan Pembimbingan Intensif Bagi Peserta KDMI

×

FSB UNG Gelar Pembinaan dan Pembimbingan Intensif Bagi Peserta KDMI

Share this article
FSB UNG Gelar Pembinaan dan Pembimbingan Intensif Bagi Peserta KDMI
Pelaksanaan pembinaan dan Bimtek bagi mahasiswa peserta KDMI oleh FSB UNG.

Hargo.co.id, GORONTALO – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan pembinaan dan pembimbingan bagi para mahasiswa yang akan mewakili fakultas dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat universitas.

Berita Terkait:  Mahasiswa FSB Mulai Laksanakan Magang di Kantor Harian Gorontalo Post

Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, yakni dari tanggal 29 Juli–07 Agustus 2025.

Pembinaan ini dipandu langsung oleh dua pembimbing utama, yakni Herson Kadir, M.Pd dan Fadil Sunge yang telah berpengalaman dalam dunia debat hingga ke tingkat Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh tiga tim perwakilan dari FSB.

Berita Terkait:  Guru MAN 1 Pohuwato Ini Raih Juara II Kampanye Sadar Halal di Pesona Tameto 2025

Dalam sesi pembukaan kegiatan, Herson Kadir, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini.

Ia menekankan pentingnya pembekalan bagi peserta sebelum mengikuti lomba, baik dari segi wawasan terhadap isu-isu aktual yang berpotensi menjadi mosi debat, maupun kemampuan teknik berbicara dan bernalar secara kritis.

Berita Terkait:  Kukuhkan 11 Guru Besar, UNG Ukir Sejarah Akademik

“Harapan saya melalui pembinaan ini, peserta dibekali dengan wawasan mengenai isu-isu yang akan mereka perdebatkan. Minimal mereka sudah memahami dan menguasai materi sebelum lomba berlangsung. Selain itu, teknik berbicara, kemampuan bernalar, dan memberikan tanggapan balik terhadap argumentasi lawan sangat penting. Pembinaan ini menjadi bekal awal agar mereka memiliki kompetensi yang baik dalam lomba debat nanti,” ujar Herson.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FSB UNG dalam meningkatkan kapasitas dan prestasi mahasiswa di bidang akademik,

Berita Terkait:  UT Gorontalo Gelar Semarak Kemerdekaan Bagi Kaum Difabel

khususnya dalam ajang debat ilmiah yang berskala nasional.(Rls)