Hargo.co.id, GORONTALO – Mahasiswa angkatan 2023 Universitas Negeri Gorontalo, Dedy Saputra, berhasil mengharumkan nama kampus setelah meraih Juara 1 pada cabang lomba penulisan naskah lakon dalam ajang PEKSIMITAS.
Prestasi tersebut mengantarkan Dedy menjadi wakil Universitas Negeri Gorontalo pada ajang PEKSIMINAS yang akan digelar di Jember.
Dedy mengaku bangga dan bersyukur atas capaian yang berhasil diraih. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan impian yang telah diperjuangkannya sejak dua tahun terakhir.
“Saya sangat bangga dan bersyukur karena ini memang menjadi impian saya sejak dua tahun lalu,” ungkap Dedy Saputra, Rabu (20/5/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Dedy mengangkat isu pertumbuhan ekonomi global yang mengalami perlambatan akibat pengaruh nilai rupiah dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
Tema itu dipilih karena dinilai dekat dengan kondisi sosial yang tengah dihadapi masyarakat. Melalui konsep cerita yang relevan dan kuat, naskah karya Dedy dinilai memiliki potensi besar untuk dipentaskan di atas panggung teater.
Ia mengaku tantangan terbesar dalam lomba tersebut adalah keterbatasan waktu. Pasalnya, peserta hanya diberikan waktu delapan jam untuk menyelesaikan naskah sesuai ketentuan lomba.
“Menulis itu membutuhkan imajinasi dan pengembangan ide yang matang. Tantangan terbesarnya tentu bagaimana menyelesaikan naskah dalam waktu yang sangat terbatas,” ujarnya.
Meski demikian, Dedy Saputra mampu menyusun alur dan struktur cerita dengan baik sehingga berhasil menarik perhatian dewan juri.
Keberhasilan itu, kata Dedy, tidak lepas dari dukungan kampus, dosen, dan orang-orang terdekat yang terus memberikan motivasi serta masukan selama proses penulisan berlangsung.
Ia menilai pencapaian tersebut menjadi dorongan besar untuk terus berkarya di bidang sastra dan drama, sekaligus sebagai bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama menjalani perkuliahan.
Menjelang keikutsertaannya pada PEKSIMINAS di Jember, Dedy mengaku mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari memperkaya referensi, meningkatkan kualitas tulisan, hingga menjaga kondisi kesehatan.
Ia juga membagikan pesan kepada mahasiswa lain agar terus mengasah kemampuan dan tidak takut mencoba.
“Jangan pernah bosan menulis, terus asah skill karena itu modal terbesar,” pesannya.(Mg-06)












