Oknum Polisi Narkoba Bakal Dipecat

×

Oknum Polisi Narkoba Bakal Dipecat

Share this article
ilustrasi polisi

GORONTALO, Hargo.co.id – Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail pun angkat bicara tentang anak buahnya yang diduga menjadi bandar narkoba di Pohuwato. Ya, oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) berinisial FD alias Fit terancam dipecat dari institusinya.

Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol Rachmad Fudail ketika diwawancarai Gorontalo Post menjelaskan siapa saja yang terlibat dengan persoalan narkoba, baik itu pengguna maupun pengedar, akan ditindak tegas.

Apalagi bagi anggota Polri, tentunya hal tersebut akan menjadi perhatian serius dan bakal ditindak tegas ketika ada anggota Polri yang menggunakan maupun mengedarkan atau menjadi bandar.

“Kalau perlu anggota Polri kami PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) karena hal tersebut bisa merusak citra Polri. Oleh karena itu, orang-orang seperti ini patut untuk ditindak tegas,” kata kapolda, kemarin, Selasa (27/3).

Tak hanya itu saja, mantan Wakapolda Jambi ini mengatakan, narkoba merupakan musuh negara. Dan terkait dengan hal tersebut, sudah banyak yang diproses, mulai dari masyarakat umum, pengusaha, politisi, pejabat dan bahkan anggota Polri.

“Mulai dari anggota yang menggunakan, mengedar dan bahkan menjadi bandar, itu sudah banyak yang diproses dan kami tidak main-main terhadap persoalan ini,” tegasnya.

Ditanyakan apakah masih ada lagi anggota yang terlibat Narkoba? jenderal bintang satu ini mengaku bahwa kemungkinan itu ada. Hanya saja, pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan pengungkapan.

Jika ada anggota yang terlibat, maka sudah pasti akan ditindak tegas dan diproses hukum. “Yang jelas, siapapun pelakunya, akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan undang-undang dan proses hukum yang berlaku dan kami pun tidak akan pandang bulu dalam menegakkan aturan serta memberantas yanga namanya narkoba,” pungkas Rachmad.

Diwawancarai terpisah, Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza,SIK mengatakan, pihaknya tidak main-main dalam memberantas yang namanya narkoba dan tidak menutup kemungkinan masih ada lagi anggota lainnya yang terlibat, baik itu sebagai pengguna maupun pengedar.

Hanya saja, untuk mengungkap yang namanya narkoba, tentu tidaklah mudah dan dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. “Satuan narkoba sudah saya targetkan untuk pengungkapan satu kasus setiap bulannya dan Alhamdulillah selama Maret ini, sudah ada tiga kasus yang berhasil diungkap,” terangnya.

Ditambahkan pula, terkait dengan persoalan anggota Polsek Lemito yang merupakan bandar narkoba, tentu pihaknya tidak akan main-main dan bakal memprosesnya sebagaimana aturan perundang-undangan yang berlaku. Bahkan oknum anggota ini bisa dipecat akibat perbuatannya tersebut. “Intinya, kami tidak akan main-main dengan yang namanya narkoba. Kalau ada anggota yang terlibat, pasti akan kami tindak tegas,” tandasnya.(kif/hg)