Ombudsman Gorontalo,Tak Mudah Bangun Pinogu

×

Ombudsman Gorontalo,Tak Mudah Bangun Pinogu

Share this article
AKSES menuju Kecamatan Pinogu yang berada di kawasan hutan lindung ini cukup berat. Masalah akses merupakan akar dari terisolirnya Pinogu.

Hargo.co.id– Ombudsman Gorontalo kembali menyoroti kondisi masyarakat di Kecamatan Pinogu yang cukup memprihatinkan. Harapannya agar semua pihak bergandeng tangan untuk sama-sama menyelesaikan masalah “Kampung Tua” Gorontalo tersebut.

Terungkap dalam diskusi Ombudsman Gorontalo yang digelar di halaman Aliansi Jurnalis Independen (AJI), bahwa kondisi masyarakat Pinogu yang cukup memprihatinkan ini meliputi aspek pendidikan, kesehatan hingga ekonomi serta sulitnya akses membuat Pinogu terisolir dari jangkauan pelayanan pemerintah daerah.

Ketua Bidang Pendidikan, Ombudsman Gorontalo, Andika R Yahya saat memaparkan hasil kunjungan mereka di Desa Pinogu pada tanggal 19 sampai 22 Februari 2018 mengatakan, kondisi pendidikan di Desa Pinogu memasuki keadaan darurat jika dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya.

Dia menyebutkan, anak sekolah baik SMA, SMP dan SD se-Kecamatan Pinogu tidak di dukung dengan fasilitas yang memadai. Adapun guru-gurunya pun sangat terbatas. Misalnya, kata Andika, untuk SMA Pinogu dari 6 orang guru, hanya satu dari mereka yang berstatus PNS. Hal itu, kata Andika, mempengaruhi tingkat kehadiran guru di sekolah sehingga hampir setiap harinya terjadi kekosongan kegiatan belajar mengajar.

“Selain itu juga siswa tidak dibekali dengan buku-buku,” jelas Andika. Sementara itu, dari aspek kesehatan, Pinogu sejatinya telah memiliki satu buah Puskesmas. Hanya saja, Puskesmas ini tidak didukung dengan alat-alat medis yang cukup sehingga dalam beberapa kasus penanganan persalinan terpaksa harus di rujuk ke rumah sakit dengan akses dan peralatan yang sangat memprihatinkan. “Bisa jadi persentasi keselamatannya sangat sedikit,” kata Andika.

Melihat kondisi masyarakat Pinogu yang masih terbatas, Ombudsman berharap agar ada perhatian dari semua pihak, terutama pemerintah provinsi Gorontalo. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Roni R dalam sesi tanya jawab memaparkan seputar program instansinya terhadap desa terpencil dan terisolir seperti Pinogu.

Menurut Roni, untuk membangun Pinogu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Khusus untuk aspek pendidikan misalnya, tetap harus dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan instansi lainnya. Sebab, satu-satunya yang menjadi kendala utama masalah Pinogu hanyalah akses, “Posisi Pinogu yang tidak memiliki jalan pasti akan menyulitkan dalam hal mobilisasi berbagai kelengkapan,” katanya.(tr-60/hg)