Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pakai Gunting, Oknum Dekan Ditikam Istri KeduaÂ

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 25 Juni 2018 | 12:00 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Oknum dekan fakultas pertanian (Faperta) salah satu perguruan tinggi negeri di Gorontalo, MIB, harus mendapat perawatan medis secara serius, Ahad (24/6) kemarin. Dua luka tusukan bersarang di punggung pria berusia 46 tahun ini karena diduga ditikam FCP (29) istrinya sendiri.

Informasi yang diperoleh koran ini menyebutkan, prahara rumah tangga menjadi pemicu FCP nekat menghujamkan gunting ke punggung suaminya itu.

Emosi FCP memuncak Ahad (24/6) kemarin. Saat itu, MIB hendak mengambil handuk untuk ke kamar mandi. FCP yang memang merasa kurang diperhatikan suaminya itu, lantas mengeluarkan kalimat yang menyinggung emosi MIB. Yakni menyebut salah satu anak MIB dari istri pertamanya anak sial dan harus diusir dari rumah.

“Dia (MIB,red) marah, karena saya mengatai salah seorang anaknya dengan sebutan anak sial,” ujar FCP di Kantor Mapolres Gorontalo Kota, Ahad (24/6) kemarin.

Sontak MIB marah, kemudian melemparkan air yang terisi di dalam gelas ke arah FCP. FCP tidak terima begitu saja, ia kemudian membalas memukul MIB sebanyak lima kali dibagian wajah.

Oknum pejabat kampus ini kemudian menghindar dan pergi ke samping lemari pakaian di dekat kamar mandi. MIB yang merasa kesakitan, kemudian mendorong istrinya itu tersandar di dinding kamar mandi.

MIB kemudian berusaha kabur, tapi FCP terlebih dahulu menahan tangan kanannya. Kesempatan itu, digunakan FCP menguhujamkan gunting dua kali ke punggung MIB. Luka tikam pertama 6 centimeter dan luka tusuk kedua 4 centimeter.

MIB langsung menghubungi keluarganya untuk datang membantu. Tak lama kemudian, anak pertama MIB tiba di rumah dan langsung mengamuk melihat ayahnya ditikam ibu tiri. MIB pun mendatangi Mapolres Gorontalo dan mengadukan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK,MM melalui Ka SPK 2, Ipda Washeng Mamahi membenarkan adanya laporan tersebut.

“Saat ini pemeriksaan sudah dilakukan oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Gorontalo Kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Handy Senonugroho,SIK mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan terkait dengan kasus KDRT tersebut.

“Kami belum melakukan penetapan tersangka, baru pemeriksaan yang kami lakukan. Selanjutnya, kami masih akan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi. Untuk penahanan sendiri, masih akan kami sesuaikan dengan hasil pemeriksaan,” terangnya. (kif/yds/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar