Hargo.co.id MARISA – Masyarakat yang ada di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, saat ini sudah mulai melakukan penen untuk tanaman nilam. Tanaman Nilam sendiri merupakan bahan pembuatan minyak wangi.
Pantauan Gorontalo Post (group hargo), setelah melakukan panen tanaman ini kemudian dijemur hingga benar-benar kering, kemudian akan diproses lagi hingga pada proses pembakaran yang menghasilkan minyak.
Endang Suyati salah seorang masyarakat Taluditi ketika diwawancarai menjelaskan, alhamdulillah saat ini hampir seluruh masyarakat yang menanam tanaman nilam sementara melakukan panen dan penjemuran.
Rencananya setelah semuanya kering, maka akan diproses hingga menghasilkan minyak dan ini akan dijual lagi ke pembeli.
“Alhamdulillah keuntungan dari mengolah tanaman nilam ini sangat luar biasa. Satu kilogram minyak bisa dibeli dengan harga Rp 500 ribu dan ini tentu sudah sangat luar biasa,†jelasnya.
Sementara itu, masyarakat lainnya berharap agar kiranya pemerintah provinsi bisa membangun penampungan untuk minyak nilam ini, sehingga bisa dikelola oleh daerah.
“Yang ada, minyak nilam ini kebanyakan dibeli oleh penampung yang ada di daerah Sulawesi Selatan (Sulsel). Inilah yang kami harapkan agar bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi.
Apalagi di daerah Pohuwato tanaman nilam cukup banyak dan masyarakat sudah mulai giat untuk menanam karena prosesnya yang tidak terlalu susah. “Sejauh ini kami mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah Pohuwato.
Hanya saja, kami berharap agar pemerintah provinsi pun bisa memberikan perhatian penuh untuk tanaman ini, karena usaha ini kedepan tentu sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan ekonomi rakyat,†harap beberapa warga yang ditemui Gorontalo Post di lapangan, Sabtu (6/8). (kif/hargo)
