Rabu, 1 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



PAPDESI Kabgor Minta Pelayanan Desa Diperbaiki, Buntut Kejadian di Desa Buhu

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Metropolis , pada Sabtu, 21 Januari 2023 | 02:05 Tag: , , ,
  Ketua PAPDESI, Wowiling Habibullah. (Foto: Dok. Pribadi)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kejadian pelayanan di Desa Buhu Kecamtan Tibawa, Jumat (20/1/2023), memantik perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Gorontalo.

Ketua PAPDESI, Wowiling Habibullah kepada awak media menyampaikan rasa kecewa atas kejadian tersebut. Sebab, kata dia, sangat tak pantas aparat desa mengeluarkan kata-kata yang tak seharusnya.

banner 728x485

Sebagai pelayan masyarakat, menurutnya, sudah menjadi kewajiban aparat desa untuk memberikan pelayanan terbaik pada warganya dalam keadaan apapun.

“Kita juga tidak tahu kalau aparat apa lagi ada yang dipikirkan dan mendapatkan masyarakat juga yang sementara dalam kondisi buru-buru, sehingga terjadi kesalahan pahaman,” jelas Wowiling.

Ia berharap, kejadian yang sama tak terulang lagi. Dianjurkan Wowiling, dalam memberikan pelayanan, aparat desa dapat membagi tugas jam kerja, agar pelayanan tetap terlaksana. Misalnya, aparat dibagi dua kelompok dan masing-masing kelompok bergiliran, siapa yang datang lebih dulu ke kantor.

“Sehingga setiap harinya sudah ada aparat yang stay jam 8 untuk melayani masyarakat, terutama dalam pelayanan permintaan surat dan pelayanan pada masyarakat bisa maksimal,” tandas Wowiling.

Seperti diketahui, dari dari akun media sosial Della Nento, warga Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, mendapatkan perlakuan tidak baik dari oknum aparat Desa Buhu dengan inisial FF saat ingin mengurus surat keterangan usaha (SKU) dan surat domisili.

Dalam postingannya, Dela menjelaskan kronologi saat dirinya mendatangi kantor Desa Buhu, Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo pada pukul 08:30 WITA. Saat itu dia sempat menanyakan pada oknum aparat desa tentang pelayanan yang belum juga ada. Padahal, sesuai aturan jam 08:00 WITA pelayanan sudah dimulai. Namun, oleh oknum aparat yang menjabat sebagai kepala seksi pelayanan, Della diminta untuk menunggu. Alasannya karena yang memegang cip yang biasa digunakan untuk membuat surat masih belum datang. Lama menunggu, Della kembali bertanya, hingga terjadi adu mulut.

Ngana pe mau apa, kalau suka ba ator pa torang jadi kepala desa jo, (maumu apa, kalau mau mengatur kami jadi kepala desa saja),” kata sang aparat ditiru Della Nento dalam postingannya.

Tak berhenti di situ saja, adu mulut terus terjadi hingga sang aparat menghardik Della

Badiam jo ngana jangan banyak Hua****go,” demikian makian yang dilontarkan sang aparat desa”

Kejadian itu menurut Della menimbulkan trauma tersendiri baginya. Dirinya tidak menyangka bisa mendapatkan perlakuan tak enak dari aparat desa tempatnya tinggal.

Sementara itu Kades Buhu, Wirawan Lawani menegaskan, dirinya akan menindak lanjuti persoalan tersebut dan memberikan sanksi aparatnya.

“Ibu Della sudah telepon saya dan saya sudah klarifikasi ke aparat di kantor. Betul terjadi perdebatan antara aparat dan masyarakat. Saya akan pertemukan keduanya, dan pasti akan ada sanksi kalau memang terbukti salah dalam hal pelayanan,” tandasnya.(*)

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 39 times, 1 visits today)

Komentar