Di bawah kepemimpinan Park, pertumbuhan ekonomi tahunan Korsel hanya 2,9 persen. Padahal, saat dipimpin mantan Presiden Lee Myung-bak, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 3,2 persen. Selama 14 bulan ini, ekspor juga terus menurun.
Utang rumah tangga Korsel pun terus naik hingga mencapai USD 1 triliun (Rp 13.266,6 triliun).
Kekalahan itu tentu saja bakal membuat Park menjadi pemimpin yang lumpuh. Park masih harus memimpin selama kurang dari dua tahun lagi. Namun, dia tak bisa mendorong kebijakan-kebijakannya karena tak lagi memiliki suara mayoritas di parlemen.
Akibat kekalahan tersebut, Ketua Partai Saenuri Kim Moo-sung mengajukan pengunduran diri kemarin (14/4). Kim merasa bertanggung jawab atas hasil pemilu parlemen yang jeblok itu. Belum diketahui apakah pengunduran diri tersebut diterima atau tidak.
’’Partai Saenuri menerima hasil pemilu dan pilihan dari para pemilih. Rakyat sangat kecewa dengan kami, tapi kami gagal membaca pikiran mereka,’’ ujar juru bicara Partai Saenuri Ahn Hyung-hwan. (AFP/BBC/sha/c23/ami/hargo)
