Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pasuntri Asal Boalemo Ditangkap Selundupkan Narkoba 1,06 Kg di Sumut

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 3 Agustus 2016 | 12:23 Tag: , ,
  

Punya KTP Ganda, di Boalemo Pernah Jualan Daging

Hargo.co.id MANANGGU – Nama Ronald Saroinsong seketika menjadi perbincangan di kalangan warga. Pria yang tercatat sebagai warga Dusun Latula, Desa Mananggu, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo ini terbilang nekat.

Karena berani menyelundupkan narkoba, sehari pasca eksekusi terpidana mati kasus narkoba dilakukan pemerintah, Jumat (29/7).

banner 728x485

Jumlahnya pun bukan sedikit, mencapai 1,06 Kg narkoba jenis sabu. Ia bersama isterinya, Reni Reep ditangkap petugas Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara(Sumut), karena mencoba membawa narkoba dari Medan menuju Makassar.

Bagi masyarakat desa Mananggu, Ronald merupakan sosok yang tak begitu akrab. Ia merupakan warga pendatang dan menetap di Mananggu sejak tahun 2010 lalu. Ronald dikenal warga sebagai pedagang daging babi. Aktivitasnya itu pula yang membuatnya tak menetap di Mananggu.

Selama di Mananggu, ia mempersunting perempuan setempat bersama Ivone Kalangi, ia juga telah mengurus administrasi kependudukan. Pada tahun 2013, Ronald dan Inove memutuskan pindah ke Manado, Sulawesi Utara.

Rumah mereka di Dusun Latula yang tak jauh dari pos LLAJ perbatasan Boalemo-Pohuwato dijual. Begitu pindah di Manado, kabar Ronald tak terdengar lagi, hanya informasi perceraian antara ia dan Ivone yang sampai ke Mananggu.

Kepala Desa Mananggu Djafar Yanua membenarkan jika Ronald merupakan penduduknya, tapi telah pindah ke Manado pada tahun 2013.

“Lalu mereka pindah ke Manado, rumah mereka dijual ke warga bernama Novri Nayowan,”ujar Djafar Yanua.

Sementara itu Novri Nayowan yang membeli rumah kepada koran ini, mengaku tidak mengetahui persis keberadaan Ronald karena sering berada di Manado dengan aktivitas penjual daging dan rumput laut.

“Saya jarang bertemua Ronal selama di Mananggu. Lebih banyak dengan isterinya Ivon Kalangi. Meski begitu saya banyak mendengar cerita warga bahwa ia merupakan warga yang baik,”katanya.

Makanya, ia mengaku kaget begitu mendengar pria bertato itu ditangkap petugas gara-gara menyelundupkan sabu.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Boalemo. Ronald Saroinsong kelahiran Kendari, 22 Juli 1976 ini tercatat di Kabupaten Boalemo sejak 14 Desember 2010.

“Yang bersangkutan masih menggunakan identitas KTP lama. Karena sampai sejauh ini belum melakukan rekam penerbitan KTP elektronik (e-KTP) di Capil Boalemo,”ungkap Kadis Dukcapil Boalemo Haris Pilomonu. Setelah dilakukan kroscek pada data SIAK nasional, muncul nama Ronald Saroinsong dengan data kelahiran yang sama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) berbeda pada data penduduk Kelurahan Pakowa Kecamatan Wanea, Kota Manado sejak 20 Maret 2014.

“Biasanya data ini bisa diproses karena penduduk bersangkutan menggunakan KTP lama. Beda halnya kalau e-KTP otomatis mudah dilacak karena sudah terekam lebih dulu,”jelas Haris. (gip/tr-45/jpg/hargo)

(Visited 25 times, 1 visits today)

Komentar